Cara Melindungi Diri Dari Kejahatan Phishing

0

 Cara Melindungi Diri Dari Kejahatan Phishing
Kejahatan phising kini semakin marak. Tidak hanya menyerupai situs bank, Kini bakan sudah banyak kejahatan phishing terjadi melalui situs jejaring sosial palsu. Oleh karenanya tindakan pencegahan harus dilakukan. Berikut ini adalah cara melindungi diri dari kejahatan phishing.

Tindakan ini menjadi bagian dari tren jangka panjang: di Q1 2017, Facebook menjadi salah satu dari tiga sasaran teratas untuk phishing,sebesar 8%, diikuti oleh Microsoft Corporation (6%) dan PayPal (5%).

Seperti pada kuartal pertama 2018, teknologi anti-phishing Kaspersky Lab yang sudah mencegah lebih dari 3,6 juta upaya yang mengarahkan kunjungan ke laman jaringan sosial palsu. Dimana 60% di antaranya adalah halaman Facebook palsu.

Menurut hasil laporan Kaspersky Lab, ‘Spam dan phishing pada Q1 2018’. Terlihat bahwa para pelaku kejahatan siber masih terus berupaya mencuri data pribadi di Internet. salah satunya melalui kejahatan Phising. Tapi bagaimana cara mencegah kejahatan phising?

Baca Juga: 8 Tips Pakai WiFi Hotspot Umum Dengan Aman

Cara Melindungi Diri Dari Kejahatan Phishing

Kaspersky Lab menyarankan pengguna untuk mengambil langkah-langkah berikut untuk melindungi diri dari kejahatan phishing:

  • Selalu periksa alamat tautan dan email pengirim sebelum mengklik apa pun. Bahkan lebih baik, jangan meng-klik tautan tersebut, tetapi ketikkan pada bar alamat browser Anda.
  • Sebelum mengklik tautan apa pun, periksa apakah alamat tautan yang ditampilkan, sama dengan tautan sebenarnya. Ini dapat dilakukan dengan mengarahkan mouse ke tautan.
  • Gunakanlah koneksi yang aman, terutama ketika Anda mengunjungi situs web yang sensitif. Sebagai tindakan pencegahan minimum, jangan gunakan Wi-Fi tidak dikenal atau publik tanpa perlindungan kata sandi. Untuk perlindungan maksimal, gunakan solusi VPN yang mengenkripsi trafik Anda. Selalu ingat: jika Anda menggunakan koneksi tidak aman, penjahat dunia maya dapat mengarahkan Anda ke halaman phishing secara diam-diam.
  • Periksa koneksi HTTPS dan nama domain saat Anda membuka halaman web. Ini sangat penting saat menggunakan situs web yang berisi data sensitif. Seperti situs untuk perbankan online, toko online, email, situs media sosial, dan lain-lain.
  • Jangan pernah membagikan data sensitif Anda, seperti login dan kata sandi, data kartu bank, dan lainnya kepada pihak ketiga. Perusahaan resmi tidak akan pernah meminta data seperti ini melalui email.
  • Gunakan solusi keamanan yang handal dengan teknologi anti phishing berbasis perilaku. Seperti Kaspersky Total Security, untuk mendeteksi dan memblokir serangan spam dan phishing.