Bagi sebagian pengguna komputer, Spotify versi desktop kerap terasa berat dengan aplikasinya lambat dibuka, konsumsi memorinya juga tinggi, dan antarmukanya makin penuh fitur sosial yang belum tentu dibutuhkan. Kini muncul alternatif menarik bernama Spotifast, aplikasi pihak ketiga open source yang mengusung pendekatan sederhana yakni, memutar Spotify dengan cepat, ringan, dan tampilan yang bisa dikembalikan ke era Winamp.
Spotifast dikembangkan oleh Carmine Paolino menggunakan bahasa pemrograman Rust dan pustaka antarmuka egui. Berbeda dari aplikasi Spotify resmi yang mengandalkan komponen berbasis web, Spotifast sendiri dibangun sebagai aplikasi native tanpa browser engine. Hasilnya, pengembang mengklaim aplikasi ini dapat terbuka dalam waktu kurang dari satu detik dan hanya memakai sekitar 100 hingga 250 MB RAM dan jauh lebih hemat dibanding aplikasi resmi yang bisa menyerap hingga 1 GB.
Daya tarik terbesar Spotifast justru bukan hanya performanya. Aplikasi ini menyediakan Winamp Mini Player yang mendukung skin klasik Winamp 2 berformat .wsz. Pengguna bisa mengganti tampilan pemutar dengan skin dari Winamp Skin Museum, lengkap dengan equalizer, daftar putar, serta animasi spektrum suara yang bergerak mengikuti musik.
Ada pula integrasi MilkDrop, visualizer legendaris yang dulu identik dengan Winamp. Lebih dari 10.000 animasi visual dapat bergerak mengikuti irama lagu, baik dalam jendela terpisah maupun mode layar penuh. Bagi pengguna yang tumbuh di era Windows XP, fitur ini terasa seperti mesin waktu.
Meski bernuansa retro, Spotifast tetap menjalankan fungsi inti Spotify. Pengguna dapat menjelajahi pustaka, mencari lagu, album, dan podcast, mengedit playlist, serta memakai Spotify Connect untuk mengendalikan pemutaran di perangkat lain. Tersedia pula pintasan keyboard, pengontrol media sistem, tema terang-gelap, dan tema kustom.
Namun ada batasan yang perlu dicatat. Untuk memutar musik, pengguna wajib memiliki akun Spotify Premium, akun gratis hanya bisa mencari katalog dan mengelola pustaka. Spotifast juga belum mendukung audio lossless karena keterbatasan pustaka librespot terhadap file lossless ber-DRM, sehingga kualitas streaming maksimalnya berada di 320 kbps saja.
Sebagai aplikasi tidak resmi, Spotifast tentu berisiko mengalami gangguan bila Spotify mengubah layanan atau API-nya. Fitur sosial seperti Blend, Collaborative Playlist, dan pembuatan playlist berbasis AI juga belum tersedia. Saat ini, Spotifast dapat diunduh gratis untuk Windows, macOS, dan Linux. Bagi kamu yang menginginkan Spotify tanpa beban RAM berlebih sekaligus ingin bernostalgia dengan Winamp aplikasi ini layak dicoba.






