Di tengah dominasi platform streaming seperti Spotify, penggunaan AirPods, dan kapabilitas kecerdasan smartphone, Justin Bieber justru membawa kembali tren perangkat pemutar musik portabel melalui sentuhan estetika ala Y2K lewat brand miliknya sendiri yakni, SKYLRK. Penyanyi populer asal Kanada tersebut memperlihatkan sejumlah produk audio yang sedang ia siapkan lewat unggahan di akun Instagram pribadinya. Salah satu produk yang paling mencuri perhatian publik adalah sebuah pemutar MP3 berukuran mungil dengan desain retro khas era awal tahun 2000-an.
Berdasarkan teaser visual yang beredar, perangkat tersebut mengusung bentuk ergonomis melengkung yang menyesuaikan kontur telapak tangan penggunanya. Bodinya dirancang menggunakan balutan warna cerah yang mencolok serta dilengkapi layar tampilan kecil di bagian muka. Nuansa nostalgianya terasa sangat pekat berkat kehadiran tombol-tombol kontrol fisik untuk mengoperasikan navigasi trek musik, seperti tombol play, pause, rewind, fast-forward, hingga kontrol arah. Penempatan logo SKYLRK yang proporsional juga menegaskan fungsinya yang tak sekadar alat pemutar lagu, melainkan sekaligus sebagai aksesori busana yang ikonis.
Langkah ini menjadi gebrakan awal SKYLRK dalam merambah ke industri teknologi audio. Kehadiran produk ini berhasil memicu nostalgia mendalam akan era ketika pemutar musik portabel menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup harian sebelum akhirnya tergeser oleh kepraktisan ponsel pintar. Selain pemutar MP3, Bieber juga menampilkan earbud berkabel dengan kabel yang dapat menyala serta headphone nirkabel bergaya retro. Sebelumnya, deretan perangkat audio futuristik ini juga sempat dipamerkan oleh Hailey Bieber dan Kylie Jenner melalui media sosial mereka.
Hingga saat ini, SKYLRK belum merilis rincian spesifikasi teknis lengkap mengenai kapasitas penyimpanan internal, format berkas audio yang didukung, daya tahan baterai, maupun potensi integrasinya dengan layanan streaming masa kini. Meski demikian, kehadiran pemutar MP3 ini membuktikan bahwa produk teknologi lama kini kembali dilirik bukan karena kecanggihan fungsinya, melainkan sebagai bentuk gaya hidup dan kepopuleran tren nostalgia Y2K.







