Selama ini, power bank identik dengan kapasitas yang baterai besar, ukuran ringkas, dan kemampuan mengisi perangkat saat berada jauh dari stopkontak. Kali ini Produsen aksesori gadget asal China, Ugreen, membawa konsep tersebut ke arah yang jauh lebih serius lewat kehadiran MagFlow Pro. Power bank magnetik terbaru ini tidak hanya menawarkan pengisian nirkabel berdaya tinggi, tetapi juga menyematkan sistem Liquid Cooling yang biasanya lebih mudah ditemukan pada komputer berperforma tinggi.
Diperkenalkan dalam rangkaian peluncuran MagFlow di IFA 2026, UGREEN menyebut MagFlow Pro sebagai power bank magnetik Qi2 25W pertama di dunia yang menggunakan pendingin Liquid Cooling aktif. Sistem tersebut diberi nama CryoPulse dan bekerja menggunakan pompa mikro untuk mengalirkan cairan pendingin melalui jalur khusus di dalam perangkat. Tujuannya untuk mengendalikan panas yang muncul ketika proses pengisian berlangsung pada daya tinggi.
Pendekatan ini menjadi penting karena pengisian nirkabel memang memiliki tantangan tersendiri dalam hal temperatur. Semakin tinggi daya yang digunakan, maka akan semakin besar pula panas yang harus dikelola. UGREEN mengatakan CryoPulse mampu membuat temperatur puncak hingga 10 derajat Celsius lebih rendah dibandingkan patokan industri dalam pengujiannya. Perangkat ini juga diklaim dengan menggunakan sistem tersebut dapat mengurangi penumpukan panas hingga 44 persen.
Selain itu, MagFlow Pro memiliki bagian transparan yang disebut Cyber Window sehingga pengguna dapat melihat pergerakan cairan pendingin ketika sistem bekerja. Secara visual, pendekatan ini membuat sebuah power bank terlihat lebih menyerupai perangkat teknologi eksperimental daripada aksesori pengisian daya biasa.
Di balik sistem tersebut terdapat baterai berkapasitas 10.000 mAh. Untuk pengisian nirkabel, MagFlow Pro mendukung Qi2 hingga 25W, sementara koneksi USB-C mampu menghasilkan daya hingga 45W. UGREEN juga membekalinya dengan kabel USB-C terintegrasi yang dapat digunakan sekaligus sebagai tali penggantung, sehingga pengguna tidak harus selalu membawa kabel tambahan.
Ada pula layar kecil yang menampilkan informasi seperti kapasitas baterai, daya pengisian, jumlah siklus, serta status sistem pendingin. Dengan begitu, MagFlow Pro tidak hanya berfungsi sebagai sumber daya cadangan, tetapi juga memberikan informasi mengenai apa yang sedang terjadi di dalam perangkat.Â
Untuk pasar Amerika Serikat, UGREEN mematok harga MagFlow Pro sebesar 149,99 USD atau setara Rp. 2,6 jutaan . Harga tersebut memang jauh dari kategori power bank konvensional, tetapi teknologi CryoPulse menjadi alasan utama mengapa produk ini ditempatkan sebagai perangkat premium.







