oplus_2097152

GadgetSquad.ID – “AI bisa menjadi killer content-nya 5G”, kalimat tersebut diungkap langsung oleh, Wayan Toni Supriyanto, Direktur Jenderal Infrastruktur Digital, Kementerian Komdigi.

Pernyataan tersebut disampaikan Wayan, digelaran diskusi From Connectivity to Intelligence bertema “How 5G and AI Can Accelerate Indonesia’s Digital Economy, yang dihelat IndoTelko Forum

Menurut Wayan. kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), punya potensi jadi “killer content” yang mempercepat pemanfaatan layanan 5G di berbagai sektor.

“Dulu di era penyiaran, kita butuh momentum seperti Piala Dunia untuk mendorong migrasi ke TV digital. Sekarang, AI bisa jadi pendorong utama adopsi 5G,” tegas Wayan di, ajang IndoTelko Forum.

Dari info pihak Komdigi tersebut bisa, memberikan Sebuah fakta jika adopsi 5G di Indonesia, terbilang masih kurang. Padahal jika ditarik ke belakang, jaringan 5G sudah mulai hadir di Indonesia sejak pertengahan 2021 lalu.

Sebagai informasi, cakupan jaringan 5G di Indonesia baru mencapai 4,44%. Berdasarkan Rencana Strategis Komdigi 2025-2029, cakupan internet kencang tersebut ditargetkan jadi 7% di 2029.

Terkait peran 5G dan AI dalam mempercepat akselerisasi ekonomi digital Indonesia, keduanya dinilai tidak bisa dipisahkan.

Wayan menilai 5G berperan sebagai fondasi konektivitas berkecepatan tinggi dengan latensi rendah, sementara AI jadi mesin yang mengolah data menjadi insight dan inovasi.

“5G menyediakan konektivitas, AI yang mengoptimalkan pemanfaatannya. Integrasi keduanya akan melahirkan banyak model bisnis baru,” jelasnya.

Ia menambahkan, kombinasi 5G dan AI akan membuka peluang besar di berbagai sektor, mulai dari industri manufaktur berbasis Industry 4.0, layanan kesehatan digital, hingga pengembangan kota cerdas (smart city).

Untuk itu, Komdigi terus mendorong percepatan pengembangan ekosistem pendukung, termasuk infrastruktur jaringan, data center, serta talenta digital yang mampu mengembangkan solusi berbasis AI.

Pemerintah juga menyiapkan kebijakan yang adaptif guna memastikan pengembangan 5G dan AI berjalan seiring dengan pertumbuhan industri. “Regulasi harus jadi enabler, bukan penghambat,” tukas Wayan