Harga GPU Nvidia kembali membuat pasar PC profesional terkejut. Baru-bari ini RTX Pro 6000 Blackwell 96GB kini tercantum sekitar US$16.000 atau setara Rp285 juta, setelah sebelumnya berada di US$13.250. Kenaikan terbaru mencapai sekitar 20,8 persen hanya dalam dua bulan, sementara dibanding harga awal sekitar US$7.600, banderolnya sudah melonjak lebih dari dua kali lipat. Dari pantauan kami, jika di Indonesia sendiri, di beberapa platform e-commerce kartu grafis ini di jual dengan harga 370 jutaan.
Bagi perakit workstation, angka tersebut bukan sekadar mahal. RTX Pro 6000 dirancang untuk pekerjaan berat seperti rendering 3D, simulasi, desain teknik, produksi video dan pengembangan AI. Kartu ini membawa 96GB GDDR7 dengan ECC, 24.064 CUDA Core, bandwidth memori 1.792GB/s dan daya hingga 600 watt. Kapasitas VRAM yang sangat besar membuatnya semakin menarik ketika kebutuhan komputasi AI lokal terus meningkat.
Di sinilah persoalan utamanya, pasokan memori menjadi salah satu tekanan terbesar pasar GPU. Permintaan dari pusat data dan pengembangan AI menyerap kapasitas memori dalam jumlah besar, sementara kebutuhan VRAM pada kartu konsumen dan workstation juga meningkat. TechSpot dan PC Gamer mencatat tren kenaikan harga GPU Nvidia yang semakin terasa pada model dengan VRAM besar. Nvidia sendiri tidak memberikan penjelasan resmi khusus mengenai perubahan harga RTX Pro 6000, sehingga kaitan langsung dengan biaya GDDR7 sebaiknya dipandang sebagai faktor pasar, bukan pernyataan resmi perusahaan.
Bagi pengguna profesional, kenaikan ini jelas sangat berpengaruh pada biaya proyek. Studio kreatif harus menghitung ulang investasi workstation, sementara freelancer dan kreator yang membutuhkan VRAM besar menghadapi pilihan sulit: menunda pembelian, memakai GPU lebih rendah, atau menerima biaya perangkat keras yang jauh lebih tinggi sekaligus.
Tidak hany RTX Pro 6000, dampaknya juga merembet ke keluarga GeForce RTX 50 series. Berdasarkan pemantauan Tom’s Hardware terhadap harga retailer Amerika Serikat pada Agustus 2026, RTX 5070 mengalami lonjakan sekitar 36 persen, dari kisaran sebelumnya menjadi US$899,99. RTX 5060 juga naik 27 persen ke US$469,99, sedangkan RTX 5060 Ti 16GB melonjak 39 persen menjadi US$804,99. Untuk RTX 5090, kenaikannya sekitar 9 persen dalam pemantauan terbaru, sementara harga terendah yang dipantau PC Gamer sudah mencapai sekitar US$4.400. Angka itu membuat flagship Blackwell tersebut berada jauh di atas harga peluncurannya.
Kenaikan ini menjadi kabar buruk bagi perakit PC profesional karena anggaran workstation kini berisiko membengkak hanya dari satu komponen. Jika tren kelangkaan memori dan tingginya permintaan AI berlanjut, harga GPU kelas atas kemungkinan tetap sulit kembali ke level normal dalam waktu dekat.





