Di Indonesia Huawei Masih Kalah dari 5 Merek Hp Lainnya, akankah P30 Jadi Juru Selamat?

0

GadgetSquad.ID – Bertempat di Paris Convention Center Huawei, resmi merilis P30 dan P30 Pro. Melalui kedua hape itu, Huawei mencoba membuktikan jika vendor asal Cina itu, adalah salah satu brand besar di bisnis hape.

Secara global Huawei boleh mengklaim sebagai salah satu vendor hape terbesar di dunia. Karenanya saat mengekspansi pasar hape di Indonesia, vendor asal Cina itu pun berharap bisa meraih sukses dengan cepat di Tanah Air.

Namun, anggapan jika pasar Indonesia tidak mudah ditaklukan, berlaku bagi kiprah Huawei di Tanah Air. Hal ini setidaknya tercermin dari hasil eksplorasi GadgetSquad di ITC Ambasador. Para pedagang di salah satu pusat hape ternama di Ibukota tersebut, seakan satu suara jika sejauh ini keinginan Huawei berjaya di Indonesia, masih belum bisa bersaing dengan merek hp lainnya.

Seperti yang diutarakan Imron, pemilik gerai Patner Plaza, menurutnya, saat ini tidak ada nama Huawei dari lima besar hape paling laris di Indonesia.

“Sekali lagi ini berdasarkan pengamatan saya, Huawei memang belum laku. Bahkan untuk masuk lima besar aja sulit. Setidaknya itu berlaku di toko milik saya. Tapi prediksi saya, di toko lain nasib huawei sama,” tegas Hakim.

Sementara itu, Iwan yang juga salah satu pemilik Patner Plaza, mengamini analisis rekannya. Dimana sejauh ini, Huawei masih sulit bersaing di Indonesia.

“Kalau saya pribadi, kualitas Huawei sebenarnya baik. Tapi masalahnya Huawei sudah buat dijual. 5 besar vendor paling laris setidaknya untuk pasaran Ambas, masih dikuasai Samsung, Oppo, Vivo, Xiaomi dan Asus. Huawei ada di luar lima besar,” seloroh Iwan.

Di lokasi yang sama, Hakim dari Khatulistiwa Cell, menginfokan, jika di pasar premium Huawei kalah saing dengan Samsung dan Apple. Sedangkan di level menengah atas hingga bawah, Huawei belum bisa menandingi, Oppo, Vivo, bahkan Xiaomi sekalipun.

“Bukan maksud saya menjatuhkan, tapi kenyataannya di lapangan penjualan Huawei memang minim. Yang membeli ada, tapi hanya sedikit. Kita sebagai pedangang, akhirnya males jual hape yang tidak laku,” pungkasnya.