Di tengah gempuran teknologi kecerdasan buatan (AI) yang menawarkan kesempurnaan digital, FUJIFILM Indonesia justru mengambil langkah strategis dengan memperkuat lini analognya. Resmi hadir di pasar Indonesia, instax WIDE 400 kini tampil dengan varian warna baru bertajuk “JET BLACK”. Peluncuran ini bukan sekadar pembaruan estetika, melainkan jawaban atas tren global yang kini mulai jenuh dengan manipulasi digital. 10

Mengusung warna hitam pekat (deep black) dengan finishing matte yang berkelas, varian JET BLACK ini dirancang untuk melengkapi gaya hidup pengguna muda yang dinamis. Menurut Masato Yamamoto, President Director FUJIFILM Indonesia, kamera ini ditujukan bagi kreator konten yang mencari teknologi yang mencerminkan gaya hidup mereka.  Warna ini memberikan kesan tenang namun tetap elegan, sehingga fleksibel digunakan dalam berbagai suasana, mulai dari eksplorasi perkotaan hingga acara formal seperti pernikahan.

Keputusan Fujifilm ini sejalan dengan prediksi industri fotografi tahun 2026 yang menekankan pendekatan “less perfection, more human”. Di saat foto digital bisa diubah seketika, Gen Z justru menunjukkan perilaku unik. Survei menunjukkan bahwa generasi ini mencetak foto fisik hingga dua kali lebih banyak dibandingkan generasi lainnya. Mereka mendambakan cara mengabadikan momen yang lebih nyata, jujur, dan bermakna.

Secara teknis, instax WIDE 400 tetap mempertahankan fungsionalitas yang telah memenangkan penghargaan bergengsi seperti Red Dot Design Award dan iF Design Award. Fitur unggulannya meliputi:

 * Format Wide: Ukuran film dua kali lebih lebar dari kartu standar, ideal untuk foto grup.

 * Self-Timer Bawaan: Memudahkan pengambilan foto bersama di luar ruangan.

 * Operasional Praktis: Cukup putar tuas untuk menyalakan, arahkan, dan tekan shutter.

Harga & Ketersediaan

 instax WIDE 400 JET BLACK dibanderol dengan harga Rp 2,499,000, tersedia di toko resmi dan dealer FUJIFILM di seluruh Indonesia. Kehadiran warna hitam ini melengkapi pilihan hijau sage yang sudah ada, memberi ruang lebih bagi pengguna untuk berekspresi secara autentik di era digital.