Apple kembali mengubah strategi warna pada lini smartphone premiumnya. iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max kini hadir dalam pilihan Black, Silver, Glacier, dan Burgundy. Di antara keempat nya, Burgundy dan Glacier menjadi sorotan karena mengingatkan publik pada bahasa desain warna yang sebelumnya sudah digunakan Samsung lewat Galaxy S22 Ultra.
Apple mengumumkan iPhone 18 Pro pada September 2026 dengan empat pilihan warna, termasuk Burgundy sebagai warna baru dan Glacier sebagai nuansa biru muda. Perangkat tersebut mulai tersedia untuk konsumen pada 18 September 2026 lalu.
Sekilas, kemiripan itu memang sulit diabaikan. Samsung Galaxy S22 Ultra yang meluncur pada 2022 telah menawarkan Burgundy sebagai salah satu warna utama. Samsung juga menyediakan Sky Blue sebagai warna eksklusif melalui kanal penjualan resminya. Selain itu, Phantom Black dan Phantom White melengkapi pilihan warna reguler Galaxy S22 Ultra.
Pertanyaannya, apakah Apple benar-benar mencontek Samsung? Jawabannya tidak sesederhana menyamakan nama warna. Burgundy pada Galaxy S22 Ultra cenderung terlihat sebagai merah anggur dengan karakter gelap dan elegan. Sementara itu, Burgundy pada iPhone 18 Pro disebut Apple sebagai warna baru dengan pendekatan visual yang lebih dekat ke merah ceri gelap. Keduanya memiliki keluarga warna yang sama, tetapi formulasi, material, pantulan cahaya, dan tingkat saturasinya bisa berbeda.
Hal serupa berlaku pada Glacier dan Sky Blue. Samsung menggunakan Sky Blue untuk memberikan kesan ringan sekaligus eksklusif pada Galaxy S22 Ultra. Apple kemudian menghadirkan Glacier sebagai warna biru pucat dengan nuansa dingin. Sejumlah pengamatan awal menyebut Glacier tetap terlihat biru ketika terkena cahaya, bukan sekadar silver dengan nuansa warna biru.
Namun, dari perspektif industri, Apple memang terlihat mengikuti arah yang sudah lebih dulu dibuka Samsung. Galaxy S22 Ultra berani membawa warna Burgundy ke perangkat flagship dengan desain besar dan karakter premium. Pada saat itu, Samsung tidak hanya mengandalkan hitam, putih, atau abu-abu, tetapi mencoba menjadikan warna sebagai identitas produk.
Apple sendiri sebelumnya mengambil jalur berbeda. iPhone 17 Pro hadir dalam Silver, Cosmic Orange, dan Deep Blue. Setahun kemudian, Cosmic Orange ditinggalkan dan digantikan oleh Burgundy serta Glacier, sementara warna hitam kembali masuk ke jajaran Pro. Jadi, menyebut Apple mencontek Samsung mungkin terlalu provokatif jika digunakan sebagai kesimpulan final. Akan tetapi, sulit membantah bahwa Samsung lebih dahulu mempopulerkan kombinasi warna Burgundy dan biru muda pada kategori flagship modern.
Dalam industri smartphone, warna bukan elemen yang sepenuhnya eksklusif. Produsen kerap membaca tren pasar, mengamati respon konsumen, lalu mengembangkan interpretasi masing-masing. Apple mungkin tidak menyalin Galaxy S22 Ultra secara langsung, tetapi iPhone 18 Pro memperlihatkan bahwa strategi warna Samsung terbukti cukup kuat untuk menjadi referensi, bahkan bagi rival paling konservatif di pasar.






