GadgetSquad.ID – Ekspansi bisnis PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), terus mengeliat. Terbaru INET melalui anak usahanya, PT Sarana Global Indonesia (SGI), berekspansi bisnis infrastruktur kabel bawah laut.
Ekspansi itu ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT FiberHome Technologies Indonesia (FiberHome), yang dilakukan di Singapura.
Kolaborasi SGI dengan FiberHome nantinya, untuk mengembangkan dan membangun Synergy Gateways of Indonesia Cable System (SGI Cable System).
Muhammad Arif, Direktur Utama INET, mengatakan, kepemilikan 60% saham SGI oleh INET jadi langkah strategis mempercepat ekspansi ke bisnis kabel bawah laut.
Selain itu kolaborasi ini juga memperkuat kapabilitas infrastruktur digital INET Group. “Langkah ini memperkuat ekosistem infrastruktur digital yang sedang kami bangun,” tegas Muhammad Arif.
Sementara itu, Bastian Sembiring, Direktur Utama SGI, mengatakan integrasi SGI ke dalam INET Group menjadi tonggak penting bagi perusahaan dalam memperluas perannya di industri kabel bawah laut.
Sebelumnya, SGl berfokus pada layanan engineering, procurement and construction (EPC) serta pemeliharaan sistem kabel bawah laut. Kini, SGI memperluas kapabilitasnya sebagai pemilik dan operator sistem kabel bawah laut.
“Melalui SGI Cable System, kami memanfaatkan pengalaman tersebut untuk mengembangkan infrastruktur yang dapat memenuhi kebutuhan kapasitas internal INET Group sekaligus pertumbuhan permintaan pasar,” ujar Bastian.
Melalui pengembangan SGI Cable System, INET Group menempatkan infrastruktur kabel bawah laut sebagai salah satu komponen penting dalam strategi jangka panjang pengembangan infrastruktur digitalnya.
Strategi tersebut diarahkan untuk memperluas cakupan konektivitas, meningkatkan kapasitas jaringan, serta memperkuat fondasi jaringan yang mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia
SGI Cable System adalah, sebuah sistem komunikasi serat optik bawah laut sepanjang sekitar 6.870 kilometer yang dirancang menghubungkan 14 landing point di Indonesia.
Beberapa titik yang dihubungkan meliputi Jakarta, Pontianak, Pangkalan Bun, Banjarmasin, Balikpapan, Banyu Urip, Singaraja, Mataram, Makassar, Palu, Manado, Bitung, Ambon, dan Sorong.
Jaringan tersebut nantinya juga akan menghubungkan wilayah Indonesia bagian barat, tengah, hingga timur. Proyek tersebut ditargetkan mencapai status Ready for Service (RFS) pada akhir 2028.





