Setelah merilis teaser yang memperlihatkan wujud perangkat terbarunya, Motorola Indonesia hari ini mengundang sejumlah media dan kreator teknologi untuk menjajal langsung Moto G series terbaru yang terdiri dari Moto g 37, Moto g 67 dan Moto g 77. Bertempat di sebuah kafe rooftop di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, sesi hands on ini digelar sehari sebelum smartphone tersebut resmi dipasarkan di Indonesia.
Dari ketiga model yang diperkenalkan, Moto G67 menjadi perangkat yang kami jajal lebih dekat. Berikut ulasan lengkapnya, mulai dari pengalaman unboxing, desain, hingga impresi awal kami:
Unboxing
Saat kotaknya dibuka, Motorola masih mempertahankan pengalaman unboxing yang sederhana. Di dalamnya terdapat unit Moto G67 yang sudah dipasangkan casing dengan material karet. Kemudian paket penjualan pada kotak juga meliputi kabel USB Type-C, kepala pengisi daya dengan 33 watt, buku panduan, sim ejector serta sim card im3 (paket bundling).

Unit yang kami coba hadir dalam warna Light Parrot Green. Bagian belakangnya menggunakan material dengan tekstur menyerupai kulit sehingga terasa lebih kesat dan tidak mudah meninggalkan sidik jari. Modul kamera dibuat menyatu dengan panel belakang, memberikan tampilan yang rapi sekaligus modern.
Bodi Moto G67 memiliki ketebalan 7,3 mm dan bobot 182 gram. Dimensinya masih terasa nyaman digenggam, meski layar berukuran besar membuat penggunaan satu tangan tidak selalu praktis. Motorola juga membekali perangkat ini dengan sertifikasi IP64 serta klaim ketahanan berstandar MIL-STD-810H. Artinya, ponsel lebih siap menghadapi debu, cipratan air, dan kondisi penggunaan harian, tetapi bukan berarti dapat diajak menyelam.
Di bagian depan, Moto G67 mengandalkan layar Extreme AMOLED 1,5K berukuran 6,78 inci dengan refresh rate 120Hz. Panel ini menawarkan warna yang hidup, kontras tinggi, dan tingkat kecerahan puncak hingga 5.000 nits. Saat dicoba di area rooftop yang terang, tampilan layar tetap mudah dibaca. Motorola juga menyebut resolusinya berada di kelas Super HD dengan dukungan warna sinematik.
Untuk performa, Moto G67 menggunakan chipset MediaTek Dimensity 6300 berfabrikasi 6 nm dengan kecepatan hingga 2,4GHz. Ponsel ini tersedia dengan RAM hingga 4GB dan penyimpanan internal 128GB, serta dukungan microSD hingga 2TB. Baterainya berkapasitas 5.200mAh dan mendukung pengisian cepat TurboPower 33W.
Sektor fotografi mengandalkan kamera utama 50MP dengan sensor Sony Lytia 600, ditemani kamera ultrawide 8MP. Di bagian depan tersedia kamera selfie 32MP. Motorola turut menyematkan fitur berbasis moto ai untuk membantu mengoptimalkan hasil foto secara otomatis, terutama ketika memotret dalam kondisi pencahayaan yang berbeda.
Secara keseluruhan, Moto G67 menawarkan kombinasi menarik antara layar terang, bodi tangguh, baterai besar, dan kamera beresolusi tinggi. Tinggal menunggu harga resminya di Indonesia untuk melihat seberapa kompetitif posisinya di kelas menengah.





