MediaTek secara resmi memperkenalkan Dimensity 9600 Pro, chipset flagship pertama nya yang mengusung proses fabrikasi 2 nanometer dari TSMC. Peluncuran yang digelar di Tiongkok ini menandai babak baru dalam persaingan prosesor mobile, dengan MediaTek menargetkan performa yang mampu menyaingi Apple A19 Pro dan Snapdragon 8 Elite Gen 5.
Dimensity 9600 Pro dibangun di atas node N2P milik TSMC, sebuah lompatan signifikan dari generasi sebelumnya yang masih menggunakan 3 nm. Proses ini diklaim memberikan peningkatan performa 10 hingga 15 persen sekaligus efisiensi daya yang lebih baik sekitar 25 hingga 30 persen.
Secara arsitektur, chipset ini mengadopsi konfigurasi CPU delapan inti dengan desain 2+3+3, dua core prime berkecepatan hingga 4,55 GHz, tiga core performa di 4,35 GHz, dan tiga core efisiensi di 3,10 GHz. Pendekatan dual ultra core ini berbeda dari strategi generasi sebelumnya dan disebut-sebut mampu menghadirkan performa setara desktop pada perangkat mobile.

Dalam pengujian awal menggunakan Geekbench 6.4, Dimensity 9600 Pro mencatatkan skor single-core antara 4.200 hingga 4.300 poin, sementara skor multi-core berada di kisaran 12.000 hingga 12.500 poin. Angka ini melampaui pesaing utamanya dengan selisih performa hingga 25 persen dalam beberapa skenario pengujian.
Untuk pemrosesan grafis, MediaTek membekali chip ini dengan GPU Mali G2-Ultra NX MC12 yang mendukung hardware ray tracing dan AI enhanced graphics yang diklaim memiliki performa 27% lebih kencang dari generasi sebelumnya. Selain itu, kemampuan mendorong visual hingga 185 fps ini didukung oleh peningkatan efisiensi daya yang signifikan, sehingga beban kerja grafis tinggi tidak lagi menguras daya secara agresif
Dalam teaser resminya di platform X, MediaTek menyoroti tiga pilar utama yakni, pro chip, pro efficiency, dan pro imaging. Salah satu fitur unggulan adalah dukungan perekaman video 4K pada 240 fps untuk slow motion, sebuah kemampuan yang sebelumnya hanya tersedia pada perangkat kamera profesional. Chipset ini juga dioptimalkan untuk gaming dengan dukungan memori LPDDR6X dan storage UFS 5.0, memastikan bandwidth yang cukup untuk game AAA mobile yang semakin berat.
Perangkat Pertama yang Menggunakan
Berdasarkan bocoran yang beredar, vivo X500 Pro Max dan Oppo Find X10 Pro diperkirakan menjadi smartphone pertama yang mengadopsi Dimensity 9600 Pro, dengan peluncuran komersial diperkirakan pada akhir september 2026 ini. Dengan Dimensity 9600 Pro, MediaTek tidak hanya mengejar ketertinggalan dari Qualcomm dan Apple, tetapi juga menetapkan standar baru untuk chipset flagship Android di era 2 nm.




