GadgetSquad.id – Telkomsel menggelar Internet BAIK Festival (IBFEST) Series 10 dengan tema “Level Up The Future with AI” di SMK Negeri 1 Cimahi, Selasa (21/01). Program yang telah berjalan sejak 2016 ini kembali hadir untuk membekali pelajar SMA/SMK dengan pemahaman dan keterampilan memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) secara kreatif, aman, dan bertanggung jawab, sesuai prinsip BAIK (Bertanggung jawab, Aman, Inspiratif, dan Kreatif).
Internet BAIK Festival (IBFEST)
Setelah Cimahi, rangkaian IBFEST Series 10 akan berlanjut ke Jambi (5 Februari), Pontianak (22 April), dan ditutup di Surakarta (30 April). Tahun ini, IBFEST menghadirkan tiga agenda utama, yaitu AI Camp Training, AI Workshop, serta diskusi inspiratif bersama praktisi AI dan pegiat literasi digital.
Program ini sejalan dengan visi pemerintah menuju Indonesia Emas 2045 serta mendukung penerapan PP TUNAS tentang Perlindungan Anak di Dunia Maya. Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid, mengapresiasi konsistensi Telkomsel dalam membekali generasi muda dengan keterampilan digital dan AI agar dapat dimanfaatkan secara positif dan bertanggung jawab.

Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menegaskan bahwa AI bukanlah ancaman, melainkan alat untuk memperkuat kreativitas dan kapabilitas manusia. Melalui IBFEST Series 10, Telkomsel ingin mendorong generasi muda memanfaatkan AI sebagai solusi nyata, sejalan dengan inisiatif Telkomsel Jaga Cita dan ekosistem digital seperti Ilmupedia, Skul.id, Kuncie, dan by.U.
Baca juga : Telkomsel Gelar Internet Baik Festival 2025 Untuk Pelajar, Dorong Pemanfaatan Teknologi AI
Tiga Jalur Pembelajaran AI
IBFEST Series 10 menghadirkan tiga jalur pembelajaran sesuai minat peserta:
Creativa, berfokus pada seni digital berbasis AI seperti musik, film pendek, dan ilustrasi digital.
Syntech, mendorong inovasi dan solusi melalui pembuatan aplikasi sederhana, mini-games edukatif, hingga prototipe produk digital.
Cyberlite, mengedukasi keamanan digital lewat konten kreatif seperti kampanye anti-penipuan, bahaya deepfake, dan gerakan “Saring Before Sharing”.
Selain pelajar, IBFEST juga menyasar guru dan orang tua melalui AI Workshop. Pelajar dibekali dasar Generative AI secara etis, guru diperkuat perannya sebagai mentor digital, sementara orang tua mendapatkan panduan mendampingi anak agar tetap aman di era AI.
Memasuki tahun ke-10, Internet BAIK telah menjangkau lebih dari 41 ribu pelajar di 1.484 sekolah di seluruh Indonesia. Program ini juga melibatkan ribuan guru dan orang tua, serta melahirkan ribuan Internet BAIK Agents of Change dan konten kreatif digital yang berdampak positif bagi literasi digital nasional.










