Teknologi jaman now membuat banyak hal terasa sangat instan. Musik tinggal streaming, pesan langsung terkirim, sementara game bisa dimainkan dari perangkat yang ukurannya tak lebih besar dari telapak tangan. Namun, bagi mereka yang tumbuh pada era 1990 an hingga awal 2000 an, pengalaman menggunakan teknologi terasa jauh berbeda. Ada proses, ada keterbatasan, dan justru dari situlah kenangan terbentuk.

Beberapa perangkat bahkan masih mudah dikenali hanya dari suara tombol, bentuk fisik, atau cara menggunakannya. Berikut beberapa gadget yang pernah menjadi bagian dari keseharian dan kini justru menjadi pengingat masa ketika teknologi belum serba digital seperti sekarang.

Sony Walkman

Sebelum smartphone mengambil alih peran sebagai pemutar musik pribadi, Sony Walkman sudah lebih dulu membuat orang bisa membawa musik ke mana saja. Diperkenalkan pada 1979, perangkat ini mengubah kebiasaan mendengarkan musik melalui kaset yang sebelumnya lebih identik dengan pemutar di rumah atau mobil. Bagi generasi yang pernah menggunakannya, ada ritual kecil yang sulit dilupakan. Kaset bisa kusut atau pita terurai, lalu pulpen menjadi penyelamat untuk menggulungnya kembali. Suara mekanis ketika tombol play ditekan juga menjadi bagian dari pengalaman yang sekarang nyaris mustahil ditemukan pada perangkat modern.

Nokia 3210 dan 5110

Ada alasan mengapa Nokia 3210 dan 5110 begitu melekat dalam ingatan. Keduanya hadir ketika ponsel mulai menjadi barang yang semakin umum, dengan bodi sederhana, baterai awet, dan konstruksi yang terkenal tahan banting. Gim snake menjadi hiburan utama di sela aktivitas. Sementara itu, casing yang dapat diganti memberi kesempatan bagi pemiliknya untuk membuat ponsel terlihat berbeda. Di masa ketika ponsel belum dipenuhi aplikasi dan kamera canggih, kemampuan mengganti warna casing saja sudah terasa seperti personalisasi besar.

Tamagotchi

Tamagotchi mungkin terlihat sederhana jika dibandingkan dengan game modern, tetapi perangkat mungil ini pernah membuat banyak anak rela memeriksa layar berkali-kali dalam sehari. Hewan peliharaan virtual di dalamnya harus diberi makan, dirawat, dibersihkan, dan diperhatikan secara rutin. Suara bip dari perangkat berbentuk telur itu bahkan kerap terdengar di tempat yang seharusnya tenang, termasuk ruang kelas. Yang membuatnya berkesan bukan sekadar permainan, melainkan rasa tanggung jawab yang muncul karena pemain merasa benar-benar memiliki peliharaan sendiri.

Game Boy

Game Boy menjadi salah satu simbol terbesar era konsol portabel. Layarnya memang sederhana dan belum memiliki lampu latar, tetapi perangkat tersebut mampu membuat perjalanan jauh terasa lebih singkat. Tetris dan Pokémon menjadi dua judul yang sangat lekat dengan popularitasnya. Bahkan masalah cartridge yang sulit terbaca memiliki solusi khas generasi tersebut, ditiup sebelum dipasang kembali. Cara itu belum tentu menyelesaikan masalah secara teknis, tetapi tetap menjadi ritual yang dikenang sampai sekarang.

Pager

Sebelum ponsel menjadi alat komunikasi utama, pager pernah menjadi perangkat penting bagi mereka yang membutuhkan akses terhadap pesan singkat. Bentuk komunikasinya memang terbatas karena pengguna tidak bisa langsung membalas pesan, tetapi justru keterbatasan tersebut membuat setiap bunyi atau getaran pager terasa penting. Kode angka tertentu juga sempat populer untuk menyampaikan pesan secara singkat. Ketika pager berbunyi, pemiliknya harus mencari telepon untuk mengetahui atau menindaklanjuti pesan yang diterima. Sebuah proses yang terdengar merepotkan sekarang, tetapi dulu merupakan bagian biasa dari komunikasi.

PlayStation One

PlayStation One membawa pengalaman bermain game rumahan ke level berbeda. Penggunaan CD-ROM membuat distribusi game terasa lebih modern, sementara sejumlah judul seperti Tekken, Final Fantasy, dan Winning Eleven menjadi bagian dari masa kecil banyak pemain. Namun, bukan hanya gamenya yang membekas. Suara startup ketika konsol dinyalakan, layar televisi yang mulai menampilkan logo PlayStation, hingga memory card untuk menyimpan progres permainan merupakan bagian dari ritual yang kini terasa sangat nostalgis.

Ericsson R310s

Di tengah deretan ponsel dengan desain kotak yang relatif seragam, Ericsson R310s tampil mencolok. Ponsel ini terkenal dengan antenanya yang menyerupai sirip hiu, sehingga mendapat julukan “HP Sirip Hiu”. Desain tersebut bukan sekadar gimmick. R310s memang dirancang sebagai ponsel tangguh dengan perlindungan terhadap air, debu, dan benturan. Lapisan pelindung pada bodinya membuat perangkat ini cocok untuk pengguna yang membutuhkan ponsel dengan daya tahan lebih tinggi.

Meskipun sebagian besar perangkat tersebut kini tak lagi relevan akibat tergerus kecanggihan teknologi modern, nilainya tak pernah benar-benar pudar. Gadget jadul akan selalu dikenang bukan karena spesifikasinya, melainkan lewat kenangan serta pengalaman sederhana yang terasa begitu personal.