Tips dari iBox Bagi Pengguna iPad Untuk #TetapKreatif Saat di Rumah

Sejumlah daerah memasuki babak baru penanganan Covid-19. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang semula ketat mulai dilonggarkan. Beberapa sejumlah sektor yang semula ditutup kini kembali beroperasi.

Sadar nggak semua hal bisa dilakukan ‘from home’, sejumlah aktivitas yang semula dilarang sekarang mulai diperbolehkan. Syaratnya, protokol pencegahan penyebaran Covid-19 tetap harus dijalankan. PSBB saat ini menjadi masa transisi menuju kelaziman baru, transisi menuju masyarakat yang sehat, aman, dan produktif.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan juga meminta agar pekerjaan yang bisa dilakukan di rumah sebaiknya dilakukan di rumah. Meski diperbolehkan pergi keluar dari rumah, nggak ada salahnya juga untuk tetap mempertahankan work from home saat new normal, lho. Bahkan sebagian besar perusahaan menganggap WFH termasuk dalam new normal.

Tentu saja, kamu bisa berdiskusi dengan atasan dan divisi sumber daya manusia sebelum menerapkan hal ini. Pada kenyataannya banyak pekerjaan yang bisa dikerjakan tanpa harus ngantor. Semula kerja di rumah terasa sulit, tapi dengan adaptasi yang perlahan tapi pasti, banyak orang yang merasakan manfaat kerja di rumah. Kelonggaran mengatur waktu dan suasana yang kondusif jadi alasan para pekerja semakin produktif dan kreatif.

Situasi yang mengakibatkan berbagai aktivitas terbatas justru memancing pikiran untuk berkreasi. Banyak orang yang menganggap kreativitas itu bawaan genetik. Padahal berpikir kreatif adalah habit. Luangkan waktu untuk melakukan hobi di tengah – tengah kesibukan bekerja. Apabila kesehatan raga dan mental terjaga, kamu akan lebih merasa tenang dan bahagia menjalani new normal.

Aktivitas seperti menggambar, menulis, memasak memancing kreativitas otak kita. Waktu kecil tanpa sadar hampir semua anak hobi menggambar. Selain baik untuk kecerdasan motorik, kebiasaan menggambar menjadi indikasi anak memiliki kecerdasan tinggi. Bahkan Pablo Picasso pernah mengatakan bahwa setiap anak pada dasarnya ada seniman. Yang jadi soal bagaimana tetap menjadi seniman saat tumbuh dewasa. Nah, iBox punya tips #TetapKreatif di rumah aja. Salah satunya bikin Fun Portrait pakai iPad dan Apple Pencil!

Tips Bikin Fun Portrait di iPad Pro

Sebelum membuat fun portrait, tentukan dulu sudut rumah atau ruangan yang kira-kira proper buat foto portrait untuk dijadikan backdrop. Usahakan foto dengan backdrop polos atau maksimal dua warna, biar foto makin gampang buat “diacak-acak” buat doodle. Biar foto makin kece, jangan lupa juga pertimbangkan pencahayaan ya! Setelah menentukan backdrop, kamu bisa foto dengan berbagai pose dengan iPad. Pose bisa kamu sesuaikan dengan doodle yang akan kamu buat. 

Setelah foto dengan pose-pose unik, kamu bisa menggambar dengan Apple Pencil di foto-foto terbaik. Untuk mungkin gambar, cukup tab ‘Edit’ di bagian pojok kanan atas, kemudian tab titik tiga, dan tab ‘Mark Up’. Nanti muncul drawing tools di bawah layar. Ada Undo, Redo, Fine Liner, Felt Tip, Pencil, Eraser, dan Selection Tools.

Kalau masing-masing tools di-tab dua kali, akan muncul ukuran-ukuran brush yang bisa kamu sesuaikan. Selain itu ada banyak banget pilihan warna yang bisa dipakai. Nah, Apple Pencil nggak cuma buat drawing photos atau bikin note. Kamu bisa pakai Apple Pencil untuk bikin presentasi di Keynote, misalnya.

Kalau masih bingung pengen gambar apa kamu bisa memulainya dengan sketch. Kasih aja gambar-gambar sederhana. Setelah digambar, kamu tinggal memilih warna biar fun portrait-mu terkesan colorful. Kalau udah selesai tinggal tab done button untuk menyimpan gambar. Langsung upload di media sosial dengan #TetapKreatif di semua media sosialmu. Biar makin produktif, kamu bisa menggunakan Smartfolio Keyboard buat ngerjain hal-hal lain.

Itu tadi salah cara untuk menjaga pikiran #TetapKreatif menyonsong new normal. Kabar gembiranya iBox Indonesia masih punya banyak tips seputar product Apple. Jangan lupa follow @iboxindonesia untuk update promo dan tips menarik lainnya! Bukan nggak mungkin skill baru yang kamu dapat selama swakarantina akan berguna ke depannya. So new normal butuh new skill juga. Ya nggak?