GadgetSquad.ID – Gak mau kehilangan momen, banyak user langsung ganti hape yang dipakai, saat ada seri baru hadir. Padahal hape lamanya masih bagus. Sejatinya berapa lama, masa pakai sebuah hape, khusus Android?
Mengutip BGR, memaksimalka penggunaan hape Android agar bisa bertahan hingga satu dekade, besar kemungkinan mustahil.
Kemustahilan itu bukan hanya karena masalah keausan fisik. Disebutkan, walau kondisi fisik masih tampak seperti baru, terdapat faktor-faktor lain yang jadi penentu masa pakai.
Lebih lanjut laman yang sama menuturkan, faktor utama berkurangnya masa pakai hape Android, adalah terus melemahnya kualitas baterai.
Baterai lithium-ion secara alami mengalami penurunan kapasitas kimia seiring waktu, terlepas dari seberapa hati-hati kamu merawatnya.
Selain baterai, komponen fisik lainnya juga mengalami penurunan kualitas yakni layar. Panel OLED pada ponsel flagship rentan mengalami burn-in atau kecerahan piksel juga meredup seiring bertambahnya usia.
Ditambah lagi, kapasitas RAM dan penyimpanan juga menjadi penyebab kinerja HP menjadi lebih lambat. Sisi perangkat lunak juga memberi andil besar terhadap masa pakai hape Android.
Setelah hape Android tak dapat software update. Ponsel mu otomatis tidak lagi menerima patch keamanan. Hal itu membuat data pribadi dan kata sandi kamu rentan akan ancaman siber.
Selain itu tuntutan aplikasi pihak ketiga terus meningkat. Aplikasi modern butuh daya proses dan memori lebih besar, hal ini sulit dipenuhi hape lama.
Imbasnya aplikasi berjalan lebih lambat, bahkan berhenti berfungsi. Contoh aplikasi perbankan, yang berkala menghentikan dukungannya pada versi Android lawas demi alasan enkripsi dan keamanan data.
Bagaimana solusinya?
Jika sudah terlalu nyaman, memang sulit berpaling dengan yang baru. Pengantian komponen, memang bisa memperpanjang masa bakti hape tersebut.
Tapi penumpukan biaya perbaikan, pada akhirnya opsi membeli perangkat baru jauh lebih masuk akal, dibanding harus bertahan dengan keterbatasan hape Android lawas mu.






