Canva resmi meluncurkan Canva Craft, model AI pembuat gambar pertama yang dikembangkan sendiri oleh lab riset internal perusahaan tersebut. Berbeda dari kebanyakan image generator, Craft tidak langsung “melukis” begitu menerima prompt, melainkan merancang komposisi terlebih dahulu.
Pendekatan ini ditujukan untuk menjawab keluhan klasik pengguna AI, seperti teks yang berantakan, objek yang saling tumpang tindih, atau layout poster yang berubah sendiri setiap kali di generate ulang. Canva mengklaim hasilnya lebih presisi, konsisten, dan mudah dikontrol, terutama untuk desain yang memang mengandalkan tata letak.
Menariknya, Craft tidak dilatih terutama dari foto. Canva menyebut model ini belajar dari jutaan template buatan manusia di pustakanya, seperti poster, konten sosial media, presentasi, infografis, menu, hingga desain seperti tipografi.
Hal tersebut juga menjelaskan arah produknya. Craft memang bisa membuat gambar foto realistis, ilustrasi, karakter, atau pemandangan, tetapi kekuatan utamanya diposisikan pada kebutuhan kreatif sehari-hari untuk thumbnail, materi kampanye, feed Instagram, hingga slide presentasi yang harus rapi dan siap pakai.
Spesifikasi teknisnya juga cukup kompetitif, resolusi hingga 2K, lebih dari 30 rasio aspek, serta kemampuan menghasilkan teks dalam 55 bahasa di dalam gambar. Hasilnya pun dapat diubah menjadi desain berlapis yang bisa diedit melalui Magic Layers, sehingga pengguna tidak perlu mengulang seluruh gambar hanya untuk memperbaiki satu elemen.
Craft kini tersedia secara global melalui fitur Dream Lab di Canva, dengan batas penggunaan mengikuti akun masing-masing. Canva juga membuka akses bagi developer melalui public API, dan berencana menghadirkan integrasi bagi AI agent melalui Model Context Protocol (MCP).
Perusahaan asal Australia itu juga sedang menyiapkan dua varian yang lebih ringan yakni, Craft fast dan Craft ultrafast. Keduanya ditujukan untuk mempercepat proses generate sekaligus menekan biaya, bukan sekadar fitur eksperimen. Dalam leaderboard Design Arena, Craft sendiri debut berada di posisi keempat, di bawah beberapa model pesaingnya seperti GPT Image dari OpenAI.






