Oplus_16908320

GadgetSquad.ID – Keberlanjutan atau sustainability, menjadi salah satu cara Telkomsel untuk terus konsisten memberi layanan terbaik bagi pelanggan setianya.

Bagi Telkomsel sendiri sustainability merupakan bagian dari cara perusahaan Melayani Sepenuh Hati, untuk memberdayakan generasi masa depan.

Perihal sustainability, bagi Telkomsel tak hanya mentok di sisi layanan. Operator terbesar di Indonesia Ini juga berusaha memberikan sustainability, dari sisi lingkungan hidup.

Nugroho, Direktur Utama Telkomsel, mengungkapkan, pihaknya meyakini bahwa perusahaan tidak mungkin maju sendirian tanpa lingkungan dan masyarakat di sekitarnya ikut berkembang.

“Sebesar apa pun pertumbuhan yang kita capai, semuanya akan kehilangan makna jika lingkungan tidak terjaga dan kualitas hidup masyarakat ikut menurun.

“Kami telah dan akan terus berinovasi dan berkembang agar kontribusi keberlanjutan Telkomsel semakin terasa, baik dari sisi jangkauan maupun kualitas dampaknya,” tegas Nugraha.

Telkomsel menunjukkan komitmen penciptaan dampak yang bermakna tersebut, diterjemahkan ke dalam tiga pilar fokus keberlanjutan perusahaan : Jaga Cita, Jaga Data, Jaga Bumi.

Melalui fokus Jaga Cita, Telkomsel memberdayakan talenta Indonesia sekaligus memperluas akses agar lebih banyak masyarakat bisa ikut maju, berpartisipasi, dan bertumbuh dalam ekonomi digital.

Sepanjang 2025, Telkomsel melayani 156,1 juta pelanggan mobile dan 10,3 juta pelanggan IndiHome B2C, didukung lebih dari 293 ribu BTS di seluruh Indonesia, termasuk lebih dari 360 desa blank spot.

Telkomsel pun aktif membina sekitar 90 ribu pelajar, UMKM, komunitas, hingga talenta muda melalui berbagai program sosial berbasis digital.

Dalam Jaga Data, Telkomsel menjaga kepercayaan pelanggan melalui layanan yang aman, bertanggung jawab, dan dapat diandalkan.

Telkomsel terus memperkuat tata kelola melalui sistem manajemen informasi berstandar ISO 27001, ISO 27701, dan ISO 25010 untuk perlindungan data dan siber andal.

Sedangkan komitmen Jaga Bumi, diwujudkan Telkomsel dengan meminimalkan jejak karbon dan menjaga operasional layanan tetap hadir saat dibutuhkan.

Hingga 2025, sebanyak 361 BTS Telkomsel telah menggunakan energi terbarukan solar panel dan mikrohidro. 100% limbah elektronik telah dikelola melalui skema recycle, reuse, atau refurbish.

Selain itu, 100% kemasan kartu SIM sudah menggunakan material kertas ramah lingkungan. Upaya carbon offsetting juga didukung aktivitas penanaman lebih dari 12 ribu pohon mangrove sepanjang 2025.

Selain ketiga pilar itu, Telkomsel turut menjalankan sustainability sebagai bagian dari implementasi terkonsolidasi atas strategi keberlanjutan GoZero Telkom Group.

Selanjutnya, Telkomsel akan terus berkontribusi dalam mendorong pengurangan emisi menuju Net Zero 2060 yang dicanangkan Telkom Group