Nvidia baru saja mengejutkan industri dengan merilis GeForce Trading Cards: Series 1, sebuah set kartu koleksi fisik unik ala Pokémon yang bisa didapatkan secara gratis. Alih-alih meluncurkan kartu grafis (GPU) mutakhir generasi terbaru yang biasanya dibanderol dengan harga selangit, produk kejutan ini hadir murni sebagai barang koleksi sarat nostalgia bagi para penggemarnya.
Langkah tak biasa ini dinilai sebagai strategi unik Nvidia untuk menyapa dan merangkul kembali komunitas gamer di seluruh dunia. Pasalnya, dalam beberapa tahun terakhir, Nvidia memang terlihat jauh lebih sibuk mendominasi panggung industri kecerdasan buatan (AI). Fokus baru tersebut sempat membuat sebagian pencinta PC gaming merasa dianaktirikan karena inovasi untuk mereka seolah berjalan di tempat. Ditambah lagi, demam AI global sempat memicu kelangkaan pasokan memori yang ikut mengerek harga komponen hardware di pasaran menjadi sangat mahal.
Koleksi kartu perdana ini merangkum perjalanan panjang dan momen-momen emas Nvidia selama tiga dekade di industri grafis melalui 14 desain ikonik. Sejarah tersebut dimulai dari NV1 pada tahun 1995 sebagai prosesor multimedia pertama, hingga lahirnya GeForce 256 pada 1999 yang dinobatkan sebagai GPU pertama di dunia.
Keemasan teknologi mereka terus berlanjut lewat arsitektur programmable shaders pada seri GeForce 3 dan 7800 GTX, serta performa tangguh GeForce GTX 1080 yang menjadi favorit para antusias VR. Sebagai pelengkap nostalgia, Nvidia juga mengabadikan demo teknologi lawas seperti Chameleon dan Medusa, hingga game legendaris Unreal Tournament 2004 ke dalam set kartu koleksi ini.
Menurut ulasan PCMag, trading card ini menjadi satu-satunya lini “kartu” Nvidia saat ini yang dijamin ramah di kantong karena dibagikan secara gratis. Nvidia mendistribusikan nya melalui kampanye digital Summer of RTX di media sosial resmi mereka.
Selain itu, kartu fisik edisi terbatas ini juga disebar langsung di berbagai ajang pameran gaming internasional terkemuka, seperti Bilibili World, QuakeCon, dan Gamescom. Karena jumlahnya yang terbatas dan sarat nilai sejarah, para pengamat memperkirakan kartu koleksi ini akan segera menjadi buruan panas dengan harga selangit di pasar barang bekas (second-hand market).







