Bagi Angga Sasongko, dunia penyutradaraan bukan sekadar duduk di belakang monitor clapperboard. Sebagai pendiri sekaligus CEO Visinema, mobilitasnya adalah urat nadi produksi. Dari mengawasi hunting lokasi, memimpin rapat strategi di kantor, hingga revisi naskah di sela-sela kemacetan Jakarta, Angga membutuhkan perangkat yang mampu mengimbangi kecepatan berpikirnya. Di sinilah Xiaomi Pad 8 Series mengambil peran, bukan sekadar sebagai tablet, melainkan sebuah stasiun kerja portabel yang menjawab tuntutan industri film modern. 

Dalam industri kreatif, waktu adalah aset paling berharga. Angga sering kali harus berhadapan dengan tumpukan dokumen produksi yang tebal. “Dalam proses membuat film, kami sering berhadapan dengan dokumen yang sangat panjang, mulai dari riset cerita hingga revisi skenario,” ungkap Angga.

Kehadiran PC-level WPS Office pada Xiaomi Pad 8 Series menjadi pengubah permainan (game changer). Bagi seorang sutradara, kemampuan mengolah spreadsheet jadwal syuting atau merevisi naskah di WPS Docs dengan pengalaman yang identik dengan desktop adalah kebutuhan mutlak. Dengan dukungan Xiaomi HyperOS 3, Angga dapat melakukan multitasking secara vertikal maupun horizontal, memungkinkan beliau membandingkan storyboard dengan naskah dalam satu layar 11,2 inci yang jernih.

Berbicara soal teknologi AI, Xiaomi Pad 8 Series melalui Xiaomi HyperAI (yang terintegrasi dengan Gemini dari Google) bukanlah pengganti kreativitas, melainkan akselerator. Fitur AI Writing dan perangkum dokumen otomatis membantunya menangkap inti informasi dari riset panjang dalam hitungan detik.

 

“Fitur AI membantu saya memahami inti informasi dengan cepat, sehingga saya bisa langsung fokus pada keputusan kreatif,” tambahnya. Di lokasi syuting yang bising, fitur AI Speech Recognition juga memastikan setiap poin penting dalam diskusi kreatif terdokumentasi menjadi transkrip yang akurat, meminimalisir risiko kesalahan komunikasi tim.

Visual adalah bahasa utama seorang sutradara. Layar 3.2K Immersive dengan refresh rate 144Hz pada tablet ini memberikan akurasi warna dan kehalusan gerak yang krusial saat meninjau hasil color grading sementara atau referensi visual. Ditambah dengan Focus Pen Pro, proses memberikan catatan (markup) pada storyboard terasa sangat natural, seperti mencoret di atas kertas namun dengan fleksibilitas digital.

Meski bertenaga flagship, perangkat ini tetap ringkas dengan bobot hanya 485 gram dan ketipisan 5.75 mm, mudah diselipkan ke dalam tas kerja tanpa membebani. Dengan baterai 9.200mAh, Angga tak perlu khawatir kehilangan daya di tengah sesi brainstorming panjang yang berpindah-pindah lokasi.

Bagi profesional seperti Angga Sasongko, Xiaomi Pad 8 Series membuktikan bahwa produktivitas tingkat tinggi kini bisa hadir dalam genggaman, memberikan kebebasan bagi para kreator untuk terus berkarya tanpa batas ruang dan waktu.