Indonesia baru saja menyaksikan standar baru dalam percepatan infrastruktur telekomunikasi. Kolaborasi strategis antara ZTE dan XLSMART berhasil menuntaskan implementasi Multi-Operator Core Network (MOCN) pada lebih dari 20.000 site hanya dalam waktu delapan bulan. Pencapaian ini bukan sekadar angka, melainkan manifestasi dari efisiensi tingkat tinggi dalam skala nasional.

Di tengah ledakan ekonomi digital, mulai dari penetrasi e-commerce hingga adopsi layanan cloud, kecepatan penggelaran jaringan seringkali terbentur kendala geografis dan teknis. Namun, sinergi ini membuktikan bahwa modernisasi jaringan skala besar dapat dilakukan secara ekspres tanpa mengorbankan kualitas.

Melalui pendekatan end-to-end, ZTE mengelola seluruh proses mulai dari penggelaran hingga optimasi. Hasilnya nyata: layanan populer seperti Facebook mengalami peningkatan throughput yang signifikan, membuktikan bahwa integrasi infrastruktur ini langsung berdampak pada kenyamanan jari-jari pengguna di seluruh nusantara.

Strategi utama yang diusung ZTE adalah “Connectivity + Computing Power”. Dengan mengintegrasikan solusi digital cerdas, kedua perusahaan tidak hanya memperbaiki jaringan yang ada, tetapi juga membangun ekosistem yang berkelanjutan. “Kolaborasi ini telah menghadirkan peningkatan signifikan bagi pelanggan dan menjadi fondasi kuat bagi pengembangan jaringan seluler generasi berikutnya,” ungkap Shurish Subbramaniam, CTO XLSMART.

​Keberhasilan proyek MOCN ini menjadi pintu masuk bagi ZTE dan XLSMART untuk memperluas kolaborasi pada pengembangan jaringan 5G yang lebih luas. Melalui penerapan Intelligent Network Management berbasis AI, kedua perusahaan akan menciptakan operasional jaringan yang lebih mandiri, efisien, dan responsif. Selain itu, integrasi Green Technology menjadi prioritas utama guna memastikan pertumbuhan infrastruktur digital tetap selaras dengan prinsip keberlanjutan lingkungan.

Dengan pengalaman lebih dari 40 tahun, ZTE memposisikan diri bukan sekadar vendor, melainkan arsitek digital yang membantu operator seluler memaksimalkan nilai jaringan mereka. Bagi Indonesia, ini berarti konektivitas yang lebih inklusif dan siap menghadapi tantangan ekonomi digital di masa depan.