Monday, 12 October 2026
Home » Foto dan Video AI Makin Realistis, Cek Kebenarannya dengan Google SynthID Detector
News

Foto dan Video AI Makin Realistis, Cek Kebenarannya dengan Google SynthID Detector

Foto dan video buatan AI kini makin sulit dibedakan dengan mata telanjang. Google menjawab persoalan itu lewat SynthID Detector, portal verifikasi yang kini terbuka untuk publik secara global dan dapat dipakai untuk memeriksa gambar, video, serta audio dengan sistem penanda air digital (digital watermark) yang disematkan langsung ke dalam piksel konten sejak pertama kali dibuat oleh AI.

Berbeda dari alat pendeteksi AI yang menebak berdasarkan pola visual, sistem SynthID Detector akan bekerja lebih spesifik, ia mencari watermark tak kasatmata yang disematkan langsung ke dalam piksel gambar, frame video, atau gelombang audio saat konten dibuat. Google DeepMind menyebut tanda ini tidak terlihat maupun terdengar oleh manusia, tetapi tetap dapat dikenali teknologinya.

Cara Menggunakannya

Pengguna cukup membuka synthid.com, masuk memakai akun Google, Apple, atau OpenAI, lalu mengunggah berkas yang ingin diverifikasi. Setelah proses pemindaian, layanan akan menampilkan apakah konten tersebut mengandung watermark SynthID dan, bila terdeteksi, platform AI mana yang terkait.

Untuk foto, format yang didukung mencakup JPG, PNG, WEBP, HEIC, hingga GIF. Video dapat diperiksa dalam format MP4, MOV, atau WEBM, sementara audio mendukung WAV, MP3, OGG, FLAC, AAC, dan M4A.

Menariknya, SynthID bukan hanya untuk konten dari Google. Detector ini juga mampu mengenali tanda air dari mitra seperti OpenAI, NVIDIA, dan Kakao, dengan Apple disebut akan menyusul. Google sendiri menjelaskan bahwa bila watermark tidak ditemukan, konten tersebut belum tentu bukan hasil AI, hanya saja tidak dibuat atau diedit oleh model Google AI yang menyematkan SynthID. Artinya, alat ini paling efektif sebagai salah satu lapisan verifikasi, bukan vonis tunggal.

Bagi kreator, maupun pengguna media sosial, SynthID Detector memberi cara cepat untuk menyaring konten sebelum dibagikan. Terutama ketika sebuah foto viral diklaim merekam peristiwa nyata, pemeriksaan watermark bisa menjadi langkah awal sebelum menelusuri sumber asli, metadata, atau konfirmasi dari pihak terkait.

Teknologi ini juga dirancang tahan terhadap sejumlah perubahan umum seperti kompresi dan penyuntingan ringan, sehingga tanda air tidak mudah hilang hanya karena file diunggah ulang. Namun, kesadaran pengguna tetap menjadi kunci dan jangan langsung percaya pada satu tangkapan layar, satu video pendek, atau satu hasil deteksi.