​Menjadi seorang content creator kini bukan lagi monopoli mereka yang memiliki kamera mahal atau komputer berspesifikasi dewa. Di era digital yang bergerak super cepat, sebuah ponsel pintar dan ide kreatif sudah lebih dari cukup untuk menembus algoritma media sosial. Fenomena “demokratisasi konten” inilah yang ditangkap secara cerdik oleh Telkomsel melalui kolaborasi terbarunya bersama aplikasi penyuntingan video terpopuler, CapCut. Edit Video Anti Ribet, Telkomsel Hadirkan Paket Bundling Premium CapCut​

Lewat integrasi paket bundling CapCut langsung di aplikasi MyTelkomsel, hambatan teknis yang sering dikeluhkan para kreator pemula kini terpangkas habis. Langkah ini bukan sekadar urusan jualan paket internet, melainkan sebuah dorongan besar bagi ekosistem ekonomi kreatif di Indonesia. Telkomsel secara tidak langsung sedang menyediakan “bahan bakar” sekaligus “alat tempur” bagi jutaan kreator lokal untuk naik kelas.

Salah satu daya tarik utama dari kolaborasi ini adalah paket CapCut Standard 30 Days. Hanya dengan Rp68.000, pengguna tidak hanya mendapatkan kuota internet untuk riset tren dan upload video, tetapi juga akses langsung ke fitur premium CapCut.

Bagi para kreator yang mengandalkan kecepatan momentum seperti pemburu tren TikTok atau Reels—kemudahan ini adalah kunci. Tidak ada lagi drama kehabisan memori karena aplikasi eksternal, atau proses pembayaran langganan premium yang berbelit-belit.
​”Kami memahami semakin banyak pelanggan yang aktif membuat dan membagikan konten.

Telkomsel menghadirkan paket bundling ini agar pelanggan bisa lebih fokus berkreasi tanpa perlu melalui proses pembelian yang berbelit,” ujar Kemas M Fadhli, VP Digital Lifestyle Telkomsel.

​Selain kepraktisan transaksi, fleksibilitas durasi paket (mulai dari 30 hingga 365 hari) memberikan kebebasan bagi kreator musiman maupun profesional untuk mengelola pengeluaran mereka. Dukungan fitur berbasis AI, efek visual premium, audio, dan ratusan templat siap pakai dari CapCut memastikan bahwa video yang dihasilkan memiliki kualitas estetik tinggi, meski hanya diedit dari layar ponsel di sela-sela kesibukan.

​Pada akhirnya, sinergi antara konektivitas andalan Telkomsel dan ekosistem kreatif CapCut ini menjadi sinyal kuat: masa depan industri kreatif Indonesia kini berada di tangan siapa saja yang berani memulai, langsung dari genggaman mereka.