GadgetSquad.id – Acer hari ini mengumumkan penundaan turnamen Asia Pacific Predator League 2020 sebagai antisipasi terhadap resiko kesehatan dan keselamatan para pemain, penonton, dan semua pihak yang berkaitan dengan kegiatan tersebut. Saat ini, 20.000 tiket telah terjual habis untuk turnamen yang semula dijadwalkan berlangsung di Manila, Filipina mulai tanggal 19 hingga 23 Februari.

Dua Tim Esport Ini Jadi Wakil Indonesia Grand Final Asia Pacific Predator League 2019 Bangkok (3)

Untuk sementara ini, turnamen dijadwal ulang ke bulan Juni atau Juli. Acer akan terus memantau dengan cermat segala kondisi yang berhubungan dengan beredarnya coronavirus (2019-nCoV) dan selanjutnya akan mengumumkan kembali kapan turnamen akan digelar setelah menentukan tanggal yang pasti.

Acer telah lama berkomitmen untuk pengembangan eSports, berpartisipasi aktif serta mendukung acara-acara eSports internasional. Acer juga telah menjadi penggagas Asia Pacific Predator League selama dua tahun terakhir. Sebagai hasil dari upaya tersebut, telah terjadi peningkatan yang substansial di seluruh segmen game di wilayah Asia Pasifik selama 2019, termasuk pertumbuhan tahunan sebesar 239% di Filipina, 154% di Vietnam, dan 77% di India.

Beberapa aturan baru turnamen yang mungkin muncul sebagai akibat dari perubahan jadwal ini akan segera diumumkan di situs resmi turnamen, beserta dengan informasi tentang penggunaan kembali dan/atau penggantian tiket. Peserta turnamen akan langsung dihubungi untuk semua perubahan penting yang terjadi termasuk tanggal turnamen baru yang akan ditentukan kemudian.

Acer Predator League

Predator League diadakan oleh Acer setiap tahunnya untuk memperkuat komitmen brand dalam mendukung industri game di region Asia Pasifik. Sebagai seorang gamer kamu harus tidak kenal ampun dan terobsesi dengan kemenangan, layaknya Predator yang siap menyerang mangsanya. Predator adalah brand dengan deretan perangkat gaming terlengkap dimulai dari laptop, desktop, monitor, dan aksesoris, dan dengan Predator series yang menawarkan teknologi termutakhir dalam gaming, dirancang secara khusus untuk meningkatkan pengalaman bermain setiap gamer sejati.

Sejak September hingga Desember 2018, Predator League 2019 berjalan di Asia Pasifik dalam dua fase. Pada tahun 2019, turnamen antar negara ini diikuti lebih dari 10 negara, mengumpulkan talenta terbaik dalam PUBG dan Dota 2. Predator League juga menampilkan pertandingan offline dan online untuk mencari tim terbaik. Setelah kompetisi yang sengit, hadirlah juara dari Asia Pacific Predator League 2019. Juara bertahan dari PUBG adalah tim Afreeca Freecs dari Korea Selatan, dan juara dari Dota 2 adalah TNC Predator dari Filipina.

Berdasarkan laporan yang dirilis Newzoo, pada tahun 2019 ini nilai pasar game global akan mencapai angka US$152 miliar (sekitar Rp2,15 kuadriliun), meningkat 9,6 persen dibanding tahun sebelumnya. Indonesia sendiri menjadi salah satu pasar video game terbesar di Asia Pasifik, dengan angka mencapai US$941 juta (sekitar Rp13 triliun). Asia Pasifik merupakan wilayah dengan pertumbuhan pasar game paling tinggi di dunia.

Para gamer PUBG dan Dota 2 akan bertanding di Asia Pacific Predator League 2020. PUBG adalah salah satu game eSport paling populer dan paling tangguh dari PUBG Corporation dengan 100 pemain bersaing untuk mengeliminasi satu sama lain hingga menjadi orang terakhir yang bertahan. Popularitas yang tinggi membuat PUBG menjadi fenomena game mendunia yang menjadikannya sebagai game dengan penjualan tertinggi sepanjang masa dengan lebih dari 50 juta kopi terjual. Di sisi lain, jumlah pemain aktif Dota 2 yang mencapai lebih dari 1,3 juta menjadikannya selalu dalam lingkup perhatian komunitas eSport.