GadgetSquad.id – AI kini menjadi bagian penting dalam cara orang berkomunikasi, bekerja, dan berkreasi setiap hari. Menyadari hal tersebut, Samsung memposisikan AI bukan sekadar fitur tambahan, melainkan inti dari pengalaman mobile. Melalui Galaxy AI, Samsung menghadirkan kecerdasan buatan yang dirancang agar selaras dengan kebutuhan dan kebiasaan pengguna dalam berinteraksi dengan perangkat Galaxy.
“Galaxy AI adalah wujud visi kami untuk memberdayakan pengguna. Ini merupakan asisten pribadi yang membantu meringankan berbagai tugas dan memudahkan ide terwujud. Samsung berkomitmen untuk terus mengembangkan Galaxy AI agar selalu relevan dan intuitif dalam mendukung aktivitas sehari-hari,” ujar Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia.
Awal perjalanan Galaxy AI
Galaxy AI pertama kali diperkenalkan bersama Galaxy S24 Series pada 2024. Sejak awal, teknologi ini dirancang untuk mempermudah komunikasi dan pencarian informasi. Samsung juga dengan cepat memperluas dukungan bahasa, termasuk Bahasa Indonesia. Hingga akhir 2024, Galaxy AI telah mendukung 20 bahasa dan digunakan di lebih dari 200 juta perangkat secara global.
Baca juga : Samsung Targetkan Galaxy AI Digunakan di 400 Juta perangkat di 2025, Ini Strateginya !
Fitur seperti Live Translate, Transcript Assist, dan Circle to Search with Google memberikan cara baru yang lebih natural untuk berkomunikasi dan mencari informasi. Pendekatan yang mengutamakan kemudahan dan relevansi ini menjadi fondasi pengembangan Galaxy AI di generasi berikutnya.

Galaxy AI yang terus berkembang
Seiring evolusi lini flagship Galaxy, Galaxy AI terus disempurnakan. Pada Galaxy Z Fold6 dan Z Flip6, Samsung mengoptimalkan AI untuk perangkat layar lipat melalui fitur seperti Live Interpreter Dual Screen, Generative Edit, Portrait Studio, dan Sketch to Image, yang mendukung komunikasi lintas bahasa serta kreativitas visual.
Inovasi berlanjut di Galaxy S25 Series yang diperkenalkan sebagai The True AI Companion. Galaxy AI kini mampu memahami teks, suara, dan visual secara bersamaan melalui fitur seperti Now Brief, integrasi Google Gemini, dan Audio Eraser. Pengalaman ini semakin diperkuat pada Galaxy Z Fold7 dan Z Flip7 dengan AI-Optimized FlexWindow serta kemampuan multimodal yang lebih proaktif.
Adopsi yang terus meningkat
Pengembangan berkelanjutan ini mendapat respons positif dari pengguna global. Galaxy AI dinilai mampu membantu komunikasi, pengelolaan informasi, dan produktivitas secara signifikan. Hingga 2025, lebih dari 400 juta pengguna Samsung di seluruh dunia telah menggunakan Galaxy AI.
Bagi Samsung, pencapaian ini menegaskan bahwa AI bukan sekadar inovasi teknologi, melainkan bagian dari pengalaman mobile sehari-hari. Ke depan, Samsung berkomitmen untuk terus mengembangkan Galaxy AI agar semakin personal, relevan, dan selaras dengan cara pengguna berinteraksi dengan perangkat Galaxy.










