GadgetSquad.id – Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) membuat perkembangan teknologi semakin cepat. Namun, teknologi yang sama juga dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk melancarkan serangan yang lebih canggih. Menjawab kebutuhan tersebut, ITSEC Asia meluncurkan Bronyx AI, platform AI-assisted automated penetration testing yang dikembangkan di Indonesia.

Solusi ini memungkinkan organisasi melakukan pengujian keamanan dalam hitungan jam, sekaligus tetap melibatkan tenaga ahli keamanan siber untuk memvalidasi hasilnya.

Peluncuran Bronyx AI digelar di Jakarta pada Rabu (15/7) dan dihadiri Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI Edwin Hidayat Abdullah, Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Sonny Hendra Sudaryana, serta Anggota Dewan Etik Asosiasi Fintech Indonesia Yudho Giri Sucahyo.

Dalam acara tersebut, ITSEC Asia juga mendemonstrasikan kemampuan Bronyx AI dalam menjalankan proses penetration testing menggunakan agen AI.

Pengujian Lebih Cepat dengan AI

Bronyx AI dikembangkan berdasarkan pengalaman ITSEC Asia selama lebih dari 16 tahun menangani layanan keamanan siber di berbagai industri. Saat ini, perusahaan didukung lebih dari 400 tenaga keamanan siber dan operasional di berbagai negara.

Platform ini mampu menjalankan berbagai tahapan pengujian secara otomatis, mulai dari network reconnaissance, vulnerability assessment, configuration review, pengujian aplikasi web dan API, hingga pembuatan Security Assessment Report lengkap dengan penilaian CVSS dan rekomendasi perbaikan.

Berbeda dengan vulnerability scanner yang hanya mendeteksi celah keamanan, Bronyx AI juga mampu menganalisis hasil pengujian dan menentukan langkah pengujian berikutnya.

Dalam pengujian internal, Bronyx AI dapat menyelesaikan proses Full Scan hanya dalam waktu sekitar 14 menit hingga 4 jam, tergantung ukuran dan kompleksitas sistem yang diuji.

President Director ITSEC Asia, Patrick Dannacher

AI Tetap Diawasi Ahli Keamanan Siber

President Director ITSEC Asia, Patrick Dannacher, mengatakan bahwa Bronyx AI hadir untuk membantu organisasi mempercepat pengujian keamanan tanpa mengorbankan kualitas hasil.

“Melalui Bronyx AI, kami ingin membantu organisasi melakukan pengujian keamanan dalam hitungan jam dengan tetap mempertahankan keterlibatan dan validasi tenaga ahli keamanan siber,” ujar Patrick.

Menurutnya, kecepatan AI harus tetap diimbangi dengan analisis dan penilaian dari tenaga profesional agar hasil pengujian tetap akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Karena itu, Bronyx AI menerapkan pendekatan Human in the Loop (HITL). Temuan dengan tingkat risiko tinggi maupun kritis akan diperiksa kembali oleh konsultan keamanan siber ITSEC Asia sebelum laporan diberikan kepada pelanggan.

Baca juga : ITSEC Asia Perkuat Ekosistem Siber dan AI Indonesia melalui Pengembangan Talenta

 

Data Pelanggan Tetap Aman

ITSEC Asia menegaskan bahwa Bronyx AI hanya menguji aset yang telah mendapatkan izin dari pelanggan. Seluruh data pengujian disimpan secara terisolasi, sementara keys dan credentials dienkripsi. Selain itu, data pelanggan tidak digunakan untuk melatih model AI tanpa persetujuan tertulis.

Bronyx AI tersedia dalam layanan berbasis cloud maupun dapat dipasang di lingkungan internal pelanggan yang membutuhkan tingkat keamanan lebih tinggi.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Edwin Hidayat Abdullah, mengapresiasi hadirnya Bronyx AI sebagai inovasi AI yang dikembangkan di Indonesia.

Menurutnya, teknologi AI dapat menjadi peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi digital nasional, asalkan diimbangi dengan penguatan keamanan siber.

Menutup peluncuran tersebut, Patrick mengatakan bahwa Bronyx AI merupakan bagian dari langkah ITSEC Asia untuk menghadirkan solusi AI yang mampu menjawab kebutuhan keamanan organisasi secara nyata.