Di saat korporasi raksasa berlomba-lomba merilis smartphone lipat dan laptop super tipis, generasi Z (Gen Z) justru berbalik arah. Mereka kini gandrung pada tren cyberdeck komputer portabel kustom yang tampak seperti properti film fiksi ilmiah era 80-an atau gim Cyberpunk 2077.

Bagi anak muda masa kini, cyberdeck bukan sekadar perangkat komputasi biasa, melainkan media berekspresi dan simbol perlawanan terhadap standarisasi teknologi modern.Tren unik ini terus mendapat panggung di berbagai platform media sosial seperti TikTok dan Reddit. Setidaknya ada 4 faktor utama yang membuat rakitan komputer estetik ini begitu diminati oleh lini masa Gen Z:

Estetika Cyberpunk dan Retro-Futurism Gen Z sangat menyukai visual yang autentik. Gabungan antara papan ketik mekanis (mechanical keyboard), layar LCD kecil, antena, dan casing kokoh nan taktis (pelican case) memberikan kepuasan visual yang tidak bisa ditemukan pada laptop pabrikan.

Kemandirian Digital (Digital DIY) memiliki gadget yang unik dan dirakit dengan tangan sendiri memberikan kebanggaan komunal tersendiri di komunitas digital mereka. Berbeda dengan generasi sebelumnya yang pasrah dengan ekosistem perangkat tertutup, Gen Z sangat mendukung hak untuk memperbaiki barang sendiri (right to repair). Dengan basis komputer mini seperti Raspberry Pi, mereka bisa merakit, membongkar, dan memodifikasi komponen sesuka hati.

Lebih dari Sekadar Gaya, Ini Perangkat Multifungsi. Jangan salah sangka, fungsi cyberdeck rakitan ini tidak bisa diremehkan. Banyak kreator muda memanfaatkan perangkat ini untuk aktivitas produktif sehari-hari. Mulai dari menulis artikel, koding (programming), hingga digunakan oleh para pegiat cybersecurity untuk melakukan uji penetrasi jaringan (pentesting) secara praktis di lapangan.

Selain itu, kombinasi antara efisiensi daya dari prosesor berbasis ARM dan fleksibilitas sistem operasi Linux membuat perangkat kustom ini menjadi mesin kerja yang tangguh sekaligus ramah di kantong.

Fenomena ini membuktikan bahwa masa depan teknologi di mata generasi baru tidak melulu soal kecanggihan yang serba otomatis dan steril. Terkadang, masa depan justru dibentuk dari serpihan estetika masa lalu yang dirakit kembali dengan penuh kreativitas. Kembalinya tren cyberdeck adalah bukti nyata bahwa di tangan Gen Z, teknologi kembali menjadi sesuatu yang personal, mekanis, dan menyenangkan.