OpenAI kembali membawa kemampuan kecerdasan buatan ke level yang lebih serius. Kali ini, perusahaan tersebut memperkenalkan GPT-6 Cyber, model AI yang dirancang khusus untuk kebutuhan keamanan siber. Bukan sekadar membantu menganalisis kode atau menjawab pertanyaan teknis, model ini mampu menemukan celah keamanan perangkat lunak, menguji kerentanannya, hingga membantu mengembangkan solusi untuk menutup potensi serangan.
Peluncuran GPT-6 Cyber ini menjadi langkah penting di tengah meningkatnya ancaman serangan digital yang semakin kompleks. Kemampuan AI dalam memahami sistem dan mengidentifikasi kelemahan perangkat lunak kini bisa dimanfaatkan untuk memperkuat pertahanan, tetapi pada saat bersamaan juga berpotensi disalahgunakan oleh pelaku kejahatan siber.
Menurut pengumuman resmi OpenAI pada 5 November 2026 lalu, GPT-6 Cyber dikembangkan sebagai model khusus yang memiliki kemampuan lebih tinggi dibandingkan GPT-5.6 Cyber maupun GPT-6 Astra dalam sebagian besar pekerjaan keamanan siber.
Salah satu peningkatan yang cukup menarik terlihat dari pengujian ExploitGym. Dalam pengujian tersebut, GPT-6 Cyber mencatat skor 48,5 persen, meningkat cukup jauh dibandingkan GPT-5.6 Cyber yang memperoleh 32,1 persen. Benchmark ini mengukur kemampuan model dalam mengembangkan eksploit berdasarkan kerentanan perangkat lunak yang telah ditentukan.
Kemampuannya juga sudah diuji pada perangkat lunak yang digunakan secara luas. OpenAI mengungkapkan bahwa GPT-6 Cyber berhasil membantu menemukan 81 kerentanan baru berkategori high severity pada browser Mozilla Firefox. Selain itu, model tersebut berhasil mengembangkan 948 eksploit untuk kerentanan pada Linux kernel.
Temuan tersebut tidak berhenti pada proses identifikasi. OpenAI juga menyertakan bukti teknis, pengujian yang dapat direproduksi, serta kandidat perbaikan untuk membantu pengembang menutup celah keamanan yang ditemukan.
Namun, kemampuan sebesar ini tentu membutuhkan pengawasan ketat. OpenAI mengklaim GPT-6 Cyber mampu menghindari eksploitasi layanan di luar cakupan pengujian hingga 99,93 persen tanpa instruksi keselamatan tambahan. Angkanya bahkan mencapai 100 persen ketika perlindungan saat penerapan diaktifkan.
Untuk tahap awal, GPT-6 Cyber belum tersedia secara bebas bagi pengguna umum. OpenAI membatasi akses melalui API dan Codex kepada sejumlah pelanggan terpilih dalam program Daybreak Red.




