Saturday, 7 November 2026
Home » Hayomoto Hadirkan Shutterace 2026 dan Kolaborasi Lintas Industri Kreatif
News

Hayomoto Hadirkan Shutterace 2026 dan Kolaborasi Lintas Industri Kreatif

GadgetSquad.id — Hayomoto Photography Community merayakan perjalanan sembilan tahunnya melalui Hayomoto 9th Anniversary 2026, yang berlangsung pada 6–8 November 2026 di Roemah Umara Veteran, Jakarta Selatan.
Perayaan selama tiga hari ini dirancang bukan hanya sebagai ruang berkumpul bagi komunitas fotografi, tetapi juga sebagai titik temu antara fotografer, videografer, content creator, profesional kreatif, brand, pelaku usaha, komunitas, institusi, media, serta berbagai bidang di luar industri fotografi.

Rangkaian Hayomoto 9th Anniversary terdiri dari Photography Talks & Opening Ceremony pada hari pertama, Hayomoto Community Gathering dan workshops pada hari kedua, serta Shutterace 2026 sebagai puncak rangkaian pada hari ketiga. Sepanjang acara juga berlangsung Hayomoto Market – Pasar Kamera Hayomoto, yang membuka ruang bagi brand fotografi, produk nonfotografi, pelaku kreatif, dan UMKM.
Tahun ini, perayaan Hayomoto didukung BNI sebagai Main Sponsor, Roemah Umara sebagai venue dan collaboration partner, dukungan dari ekosistem ekonomi kreatif, berbagai brand dan pelaku usaha, serta National Geographic Indonesia sebagai Media Partner.

DARI PROFESI FOTOGRAFER MENUJU RUANG UNTUK TUMBUH BERSAMA
Perjalanan Hayomoto tidak terlepas dari sosok Martha Suherman, professional photographer sekaligus Founder Hayomoto.
Martha mengawali perjalanan profesionalnya sebagai freelance graphic designer saat menempuh pendidikan Graphic Design di Universitas Trisakti. Sejak 2007, ia memfokuskan karier pada corporate dan commercial photography, kemudian berkembang mengerjakan berbagai kebutuhan portrait, beauty, lifestyle, cultural hingga underwater photography untuk perusahaan dan brand nasional maupun internasional.
Salah satu proyeknya adalah kolaborasi bersama Disney Indonesia untuk kampanye peluncuran film live-action The Little Mermaid di Indonesia melalui underwater photography. Ia juga mengembangkan sejumlah proyek visual yang mengangkat keberagaman budaya Indonesia.

Selain menjalani profesi fotografer, Martha aktif berbagi pengalaman melalui kelas, workshop, mentorship, serta keterlibatannya sebagai speaker dan juri di berbagai kegiatan fotografi.
Pengalaman bekerja dengan beragam manusia dan industri tersebut kemudian membentuk pandangan Martha bahwa fotografi bukan sekadar aktivitas menghasilkan gambar, tetapi medium yang membuka kesempatan untuk belajar, berkomunikasi, dan memahami berbagai perspektif.

Martha Suherman, Founder Hayomoto & Professional Photographer, mengatakan: “Buat saya, memilih fotografi sebagai profesi bukan hanya tentang menghasilkan gambar yang bagus. Fotografi memberi saya kesempatan untuk terus belajar, bertemu begitu banyak orang, masuk ke berbagai industri, dan melihat banyak cerita yang mungkin tidak akan saya temui kalau saya berada di bidang lain. Kamera akhirnya menjadi alat untuk saya berkomunikasi, bekerja, sekaligus terus memperluas cara saya melihat dunia.”

Semangat belajar dan berbagi tersebut menjadi salah satu fondasi Hayomoto.
Sebagai komunitas yang bersifat brand-neutral, Hayomoto sejak awal dibangun untuk tidak membatasi anggotanya berdasarkan merek kamera, genre fotografi, wilayah, profesi, usia, maupun tingkat pengalaman. Komunitas ini mempertemukan fotografer profesional, penghobi, videografer, content creator, mahasiswa, pekerja, entrepreneur, akademisi, dan berbagai latar belakang lainnya.

Berbeda dari banyak komunitas fotografi yang secara alami terbentuk berdasarkan kesamaan wilayah, penggunaan brand tertentu, atau ketertarikan pada genre tertentu, Hayomoto memilih pendekatan yang lebih terbuka. Keberagaman tersebut memungkinkan seorang fotografer street bertemu dengan fotografer portrait, pengguna kamera dari brand yang berbeda saling berbagi pengalaman, hingga anggota dari berbagai daerah dan profesi membangun jejaring dalam satu komunitas.
Martha Suherman mengatakan: “Sejak awal saya ingin Hayomoto menjadi rumah yang cukup luas untuk banyak orang. Di dunia fotografi ada komunitas yang tumbuh karena berada di wilayah yang sama, menggunakan brand yang sama, atau menyukai genre yang sama, dan semuanya punya kekuatan masing-masing. Hayomoto memilih untuk mempertemukan semuanya. Kami tidak ingin teman-teman merasa harus memakai kamera tertentu, tinggal di kota tertentu, atau hanya menyukai satu genre untuk bisa menjadi bagian dari komunitas ini.”

Menurut Martha, keberagaman tersebut justru menjadi salah satu sumber pembelajaran di dalam Hayomoto.
“Ketika fotografer dengan genre, brand, profesi, usia, dan pengalaman yang berbeda bertemu, percakapannya menjadi jauh lebih luas. Orang bisa mendapatkan perspektif yang mungkin tidak ditemukan kalau hanya berada di lingkaran yang sama terus-menerus. Buat saya, kekuatan Hayomoto ada di situ: bukan membuat semua orang menjadi sama, tetapi menyediakan ruang supaya perbedaan itu bisa saling memperkaya.”

Saat ini Hayomoto memiliki lebih dari 600 active members dan lebih dari 19,4 ribu pengikut di Instagram, dengan jaringan anggota yang tidak hanya tersebar di berbagai wilayah Indonesia, tetapi juga telah menjangkau komunitas di luar negeri, termasuk Jepang, Austria, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.

SHUTTERACE KEMBALI UNTUK TAHUN KEDUA
Salah satu program utama dalam anniversary tahun ini adalah Shutterace 2026, on-the-spot photography challenge yang memasuki tahun kedua penyelenggaraannya. Shutterace mengajak peserta untuk merespons sebuah situasi atau tema secara langsung dan menerjemahkannya menjadi karya visual dalam waktu terbatas. Pada tahun ini, peserta akan menghadapi 9 challenges di 8 lokasi, sebelum melanjutkan ke proses editing, submission, judging, dan pengumuman pemenang.
Namun bagi Hayomoto, Shutterace tidak semata-mata dirancang untuk mencari gambar terbaik. Challenge tersebut juga menjadi cara untuk melatih fotografer agar lebih peka terhadap manusia, lingkungan, ruang, dan berbagai peristiwa di sekitarnya.

Martha Suherman mengatakan: “Hayomoto sejak awal tidak dibentuk sebagai komunitas yang hanya berkumpul karena memakai kamera yang sama. Saya ingin orang dengan brand, profesi, usia, genre, dan pengalaman yang berbeda bisa saling belajar dan membuka perspektif satu sama lain. Shutterace kami hadirkan kembali karena kami ingin teman-teman fotografer tidak hanya berlomba membuat foto yang indah, tetapi juga belajar melihat lebih dalam. Kalau sebuah foto
bisa membuat orang berhenti, melihat, berpikir, lalu mulai peduli, di situlah fotografi mulai punya impact.”

“EARTH: UNDER CONSTRUCTION” — FROM IMAGE TO IMPACT
Shutterace 2026 membawa tema tersebut membawa perhatian pada hubungan antara manusia dan lingkungan di tengah pertumbuhan populasi, pembangunan, perubahan pola konsumsi, perubahan fungsi ruang, serta tekanan ekologis yang semakin terlihat dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui fotografi, peserta diajak tidak berhenti pada pertanyaan mengenai apa yang menarik secara visual, tetapi mencoba membaca cerita, perubahan, dan dampak di balik apa yang mereka lihat.
Semangat “From Image to Impact” menempatkan sebuah foto sebagai awal dari percakapan. Sebuah karya visual dapat merekam kondisi, menjaga memori, memperlihatkan sesuatu yang sebelumnya luput dari perhatian, membangun awareness, serta mengajak audiens melihat suatu persoalan melalui perspektif berbeda. Dengan pendekatan tersebut, fotografi dipahami tidak hanya melalui estetika, tetapi juga melalui cerita, konteks, pesan, dan relevansinya terhadap kehidupan di sekitar manusia.

KOLABORASI LINTAS INDUSTRI: FOTOGRAFI SEBAGAI TITIK TEMU
Hayomoto 9th Anniversary tidak hanya melibatkan pihak yang bergerak langsung di industri fotografi.
Fotografi memiliki hubungan dengan berbagai bidang: fashion membutuhkan visual untuk membangun identitas, kriya dan desain membutuhkan dokumentasi serta storytelling, kuliner membawa pengalaman rasa melalui gambar, sementara hospitality, teknologi, otomotif, korporasi hingga UMKM menggunakan visual untuk berkomunikasi dengan audiens.
Atas dasar itu, anniversary tahun ini mempertemukan industri fotografi, fashion, kriya, kuliner, hospitality, teknologi, logistik, finansial, media, lifestyle, hingga pelaku UMKM dalam satu ekosistem.

Keterlibatan local fashion brands seperti KEE dan Oline Workrobe menjadi salah satu contoh. Kolaborasi tidak berhenti pada penempatan brand, tetapi diterjemahkan melalui Fashion Show Challenge yang memungkinkan produk, model, styling, fotografer, dan visual storytelling bertemu dalam satu aktivitas.

Sepanjang tiga hari, konsep yang sama diperluas melalui Hayomoto Market – Pasar Kamera Hayomoto.
Marketplace ini tidak hanya menghadirkan kamera dan perlengkapan fotografi, tetapi juga produk nonfotografi, lifestyle, creative products, serta UMKM. Hayomoto Market membuka ruang interaksi antara komunitas, audience, brand, dan pelaku usaha sekaligus menciptakan potensi exposure, networking, dan kolaborasi baru.

Selain partner tersebut, Hayomoto 9th Anniversary juga didukung berbagai nama dari industri fotografi maupun nonfotografi, antara lain Prima Imaging, Brennenstuhl, JNE, Xiaomi, Duta Sukses Indonesia, Ulanzi, Digital Pratama Retailindo, Aneka Warna, Leica Store Jakarta, serta berbagai sponsor dan partner lainnya.
National Geographic Indonesia hadir sebagai Media Partner, memperkuat hubungan antara fotografi, visual storytelling, dokumentasi, serta kepedulian terhadap berbagai isu yang terjadi di sekitar manusia dan lingkungan.