Pasarkan Tablet N1, Nokia Siap Adopsi ‘Hunger Marketing’

Nokia-N1

gadgetsquad.id – Di tengah beredarnya kabar baik untuk Nokia mengenai tablet baru mereka, Nokia N1, yang telah mendapat respon positif pada peluncuran perdananya di China, kini beredar spekulasi lain mengenai permintaan tablet tersebut di masa mendatang.

“Meski tablet baru Nokia N1 mengalami permintaan yang kuat di China, sumber terkait dari pemasok komponen hulu menunjukkan bahwa mereka masih melihat lemahnya order dari vendor dan  tidak nampak adanya pertumbuhan besar dalam waktu dekat karena faktor musiman,” demikian tulis DigiTimes dalam sebuah laporannya.

Nokia N1, seperti diberitakan sebelumnya telah mendapat respon sangat baik di China. Nokia baru-baru ini mengatakan bahwa pihaknya telah mengapalkan sebanyak 20 ribu unit tablet N1 pada batch pertama. Sementara pengiriman batch kedua dijadwalkan akan dilakukan pertengahan Februari di mana perusahaan telah menerima pesanan lebih dari 560 ribu unit dari konsumen.

Berbeda dengan Nokia, sumber pemasok tadi justru menyatakan bahwa vendor tersebut hanya menerima pesanan kurang dari 50 ribu unit saat ini. Nokia pun, nampaknya akan mencoba mengadopsi strategi ‘hunger marketing’ untuk mendorong tingkat pengenalan tabletnya di pasar.

Baca artikel terkait:
Nokia N1, Tablet Android Lollipop 7.9 Inchi Berspesifikasi Mantap
Hasil Benchmark Nokia N1 Libas iPad Mini 3 dan Tablet Android Lainnya
Nokia N1 Terjual 20.000 Unit Hanya Dalam 4 Menit

Di China, Nokia N1 dijual dengan harga sekitar 1599 Yuan. Harga tablet tersebut dinilai sumber tadi masih lebih tinggi ketimbang level harga tablet mainstream di negara tersebut yang ada di bawah 1400 Yuan. Hal ini juga disebut akan menjadi faktor tak menguntungkan untuk perangkat dalam jangka panjang.

Selain itu, banyaknya vendor global, termasuk Samsung yang mengalami dampat serius dengan kehadiran vendor lokal di China, seperti Xiaomi, Nokia juga sepertinya akan menghadapi tantangan yang sulit untuk memposisikan dirinya di pasar tablet, khususnya di China.

Bicara mengenai ‘hunger marketing’, menurut situs Wallrich, ini adalah cara suatu pengelola/perusahaan membawa produknya ke pasaran dengan harga menarik untuk memikat pelanggan potensial, kemudian membatasi pasokannya. [Joe]