Tuesday, 13 October 2026
Home » Perusahaan Indonesia Makin Melek AI, Sayang Pondasinya Rapuh, Ini Solusi Dari Synology
News

Perusahaan Indonesia Makin Melek AI, Sayang Pondasinya Rapuh, Ini Solusi Dari Synology

GadgetSquad.ID – Teknologi berbasis kecerdasan buatan atau AI, memang sedang berkembang pesat. Adopsi AI juga semakin popular, termasuk di Indonesia. Kondisi ini ternyata juga jadi perhatian khusus Synology.

Hal ini terlihat dari manuver Synology, untuk mencari tahu perihal kesiapan perusahaan di Indonesia, dalam mengadopsi AI.

Pertanyaan sekarang, sudah berapa siap perusahaan di Indonesia beradaptasi dengan kecanggihan AI yang semakin cerdas?

Dari survey yang dilakukan, Synology memberikan gambaran mengenai kesenjangan antara antusiasme adopsi AI dengan kesiapan infrastruktur dan tata kelola perusahaan.

Hasil survei menunjukkan 94% perusahaan menilai infrastruktur data yang siap untuk AI sangat penting guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja.

Bahkan, 50% di antaranya menganggap hal tersebut sebagai prioritas yang sangat krusial. Hasil survei itu menggambarkan kesadaran akan pentingnya AI di kalangan pelaku bisnis Indonesia sangatlah tinggi.

Dalam ajang Synology Annual Press Event 2026, Clara Hsu, Country Manager Synology Indonesia, menuturkan, merujuk hasil survey, pertanyaan yang pasa saat ini, yakni bukan lagi perlu AI apa enggak?

“Tapi bagaimana caranya mengadopsi AI dengan baik dan tepat untuk melindungi data perusahaan, investasinya tidak berlebihan, dan manfaatnya lebih nyata untuk produktivitas perusahaan,” tegas.

Namun, di balik optimisme itu terdapat tantangan besar yang sering terabaikan. Hambatan utama diantaranya keamanan dan privasi data, biaya implementasi yang tinggi, serta kurangnya keahlian internal.

Lebih mengkhawatirkan lagi adalah minimnya tata kelola penggunaan AI di lingkungan kerja.

Survei mengungkapkan, lebih dari 80% perusahaan bahkan belum menerapkan kontrol atau kebijakan resmi atas penggunaan AI oleh karyawan mereka.

Tanpa visibilitas dan kontrol yang memadai, informasi bisnis yang bersifat sensitif berisiko tinggi bocor ke layanan AI pihak ketiga tanpa sepengetahuan tim IT.

Kondisi ini menegaskan bahwa adopsi AI di Indonesia saat ini cenderung terburu-buru tanpa dibarengi, fondasi yang kokoh.

Synology menekankan bahwa strategi AI yang terbaik bukanlah yang paling rumit. Hal yang paling penting adalah penerapan yang praktis dan mudah dikelola.

Perusahaan perlu menemukan keseimbangan antara keamanan data, investasi yang terkendali, dan penggunaan yang praktis.

Mengatasi masalah tersebut, Synology memperkuat ekosistemnya di tahun 2026 ini dengan menghadirkan berbagai solusi mumpuni.

Solusi itu diantaranya AI lokal (on-premise) dan manajemen data cerdas melalui pembaruan sistem operasi DiskStation Manager (DSM)