Populerkan Cara Belajar Digital, Extramarks Indonesia, Gelar Kompetisi Smart Challenge

GadgetSquad.ID – Kemajuan teknologi membuat aktivitas belajar mengajar, bisa dilakukan dengan berbagai cara, termasuk secara digital. Hal ini juga yang mendorong Extramarks Indonesia, menciptakan solusi belajar digital 3600.

Fernando Uffie, Country Manager Extramarks Indonesia mengatakan metode edutech merupakan salah satu solusi tepat untuk menggerakkan minat belajar siswa saat ini. Pasalnya “pelajar zaman now”, memang tidak bisa lepas dari gadget.

Hanya saja harus diakui, tidak mudah mempopuler cara belajar digital, ke masyarakat umum. Kondisi ini tidak hanya berlaku bagi masyarakat daerah, tapi juga warga yang tinggal di perkotaan seperti Jakarta.

Nah untuk lebih menpopulerkan metode belajar digital tersebut, Extramarks Indonesia, menggelar ajang Extramarks Smart Challenge.

“Kompetisi smart challenge adalah salah satu upaya kami untuk memberikan, pengalaman langsung kepada masyarakat tentang bagaimana edutech bisa membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan,” ujar Uffie.

Uffie melanjutkan, pada kompetisi ini disediakan puluhan tablet yang dapat digunakan oleh undangan maupun pengunjung mall untuk menjawab berbagai pertanyaan.

Kompetisi Extramarks Smart Challenge, dikemas begitu menyenangkan, agar bisa dinikmati semua kalangan. Pihak penyelenggara menyediakan puluhan tablet yang dapat digunakan oleh undangan maupun pengunjung mall untuk menjawab berbagai pertanyaan.

Jika belum mengetahui jawaban yang benar, para peserta kompetisi dapat mencari jawabannya pada Extramarks House Booth.

Kompetisi ini akan dinilai berdasarkan skor yang diperoleh para peserta. Setiap hari akan diambil tiga peserta yang memiliki nilai skor tertinggi dan akan diberikan hadiah istimewa oleh Extramarks Indonesia berupa puluhan tablet dan smartphone.

“Kami ingin para siswa dan pengunjung mall merasakan bagaimana solusi belajar digital Extramarks Indonesia bisa membantu mereka dalam belajar dan memahami materi pelajaran. Terlebih para siswa bisa belajar sesuai dengan karakter masing-masing, baik melalui visual, audio maupun kinesthetic,” jelas Uffie.