Semakin Merana, Setelah “Dicerai” Google Huawei Kini Ditinggal ARM

0

Huawei Y7 proGadgetSquad.ID – Entah karena karma atau menjadi korban perang dagang antara Amerika Serikat dengan Cina, tahun ini bisnis Huawei di pasar global, sedang mendapat cobaan.

Smartphone, menjadi salah satu lini bisnis Huawei, yang mendapat cobaan cukup berat. Di bulan Mei ini Google menghentikan kemitraan linsensi Android, untuk smartphone Huawei.

Imbasnya besar kemungkinan, hape Huawei tidak bisa lagi menikmati, fasilitas khusus yang selama ini dinikmati ponsel berbasis Android. Fasilitas khusus tersebut, mulai dari layanan Gmail, Youtube hingga Playstore.

Namun itu semua belum cukup. Masih di bulan Mei, Setelah Google menghentikan kemitraan linsensi Android, giliran desainer chip ARM ikutan memutuskan hubungan bisnis.

Laman BBC mengaku mendapatkan dokumen internal berisikan instruksi ARM kepada karyawannya untuk menghentikan semua kontak, dukungan dan hubungan lain dengan Huawei dan anak perusahaannya untuk mematuhi larangan perdagangan yang dikeluarkan pemerintah AS.

Memang keputusan ini mengejutkan beberapa pihak, karena ARM sejatinya perusahaan berbasis di Inggris dan dimiliki oleh SoftBank. Tapi perlu diingat ARM mengembangkan desain prosesor di Austin, Texas dan San Jose, California. Jadi mereka harus pula tunduk dengan peraturan di Negeri Paman Sam.

“ARM mematuhi pembatasan terbaru yang ditetapkan oleh pemerintah AS dan sedang melakukan pembicaraan dengan lembaga pemerintah AS guna memastikan kami tetap patuh,” ujar juru bicara ARM seperti dilansir dari The Verge.

Lantas apa efeknya bila ARM memutuskan hubungan bisnis dengan Huawei?

Menurut sejumlah analis pengaruhnya akan cukup besar. Seperti diketahui, hampir semua prosesor yang mentenagai ponsel Android memakai arsitektur ARM, termasuk Kirin yang dibuat Huawei.

Dengan tidak ada linsensi, Huawei tidak akan dapat melanjutkan pembuatan prosesornya sendiri yang menggunakan desain ARM. Ujung-ujungnya tentu akan mempengaruhi produksi ponsel mereka ke depan.

Terkait masalah ini, Huawei telah mengeluarkan statementnya. “Kami menghargai hubungan kami dengan para partner, tapi kami menyadari tekanan yang mereka alami sebagai akibat keputusan politis AS,” kata juru bicara mereka.

“Kami yakin situasi ini dapat diselesaikan. Prioritas kami dapat terus memberikan teknologi dan produk kelas dunia kepada pelanggan kami di seluruh dunia,” pungkas Huawei.