Smartphone Merek Cina Kuasai Pasar Global

Banyaknya merek smartphone cina kini mulai kuasai pasar global. Seperti yang dilaporkan dari data perusahaan analitis, Gartner yang telah dikumpulkan untuk kuartal kedua tahun ini. Berdasarkan data tersebut, merek smartphone cina atau tiongkok Huawei, Oppo dan Vivo terus menguntit penjualan dari vendor asal korea dan Amerika Samsung dan iPhone.

Dari data yang ada setidaknya merek Huawei, Oppo dan Vivo sudah menyumbang lebih dari 23% penjualan smartphone secara global, belum lagi jika digabungkan dengan merek cina lainnya.

Selain Samsung dan iPhone yang berada di urutan satu dan kedua, Huawei berada berada di urutan ketiga dengan 36 juta ponsel telah terjual di kuartal kedua tahun 2017. Ini berarti ada penigkatan 17% yang sangat mengesankan dari kuartal kedua tahun 2016, dan menghasilkan pangsa pasar 9,8%.

Diurutan keempat ada Oppo dengan 7,1% dari pasar smartphone global dengan 26,1 juta unit terjual. Lalu dibelakangnya diurutan kelima besar adalah Vivo. Perusahaan tersebut mengalami lonjakan penjualan 70,8% yang luar biasa dari Q2 tahun 2016 sampai Q2 tahun ini, dengan menjual sekitar 24,3 juta unit smartphone dari 14,2 juta pada tahun sebelumnya.

Kenaikan ini naik 7,6% dari bulan April sampai Juni 2017. Dari 366,2 juta handset yang dibeli selama tiga bulan, 87,7% dari unit yang dibeli memiliki OS Android yang terpasang, dan 12,1% adalah model iPhone bertenaga iOS.

Direktur riset Gartner Anshul Gupta mengatakan permintaan smartphone dengan harga terjangkau (Rp1,5 Juta sampai RP2 Juta-an) telah mendorong konsumen di pasar negara berkembang yang mencari model 4G.

Samsung sendiri mengalami kenaikan menjadi 82,5 juta handset di kuartal tersebut, yang membantu perusahaan tersebut menguasai pangsa pasar 22,5%. Gartner mengatakan bahwa meskipun persaingan dari merek China terbang tinggi, Samsung Galaxy S8 dan Samsung Galaxy S8 + telah membut vendor asal korea ini mengalami pertumbuhan pengiriman tahun ini.

Sedangkan Apple menjual 44,3 juta handset iPhone pada kuartal kedua, yang merupakan penurunan kecil dari 44,4 juta unit yang terjual pada kuartal yang sama tahun lalu. Analis Gartner memperkirakan penjualan akan meningkat di kuartal keempat berkat peluncuran iPhone Apple 7s, iPhone 7s Plus dan iPhone 8.

Gartner mengatakan bahwa kekurangan komponen, terutama dengan panel OLED dan memori flash, akan berdampak negatif pada pasokan model high-end di paruh kedua tahun 2017. Apakah ini akan berangsung pada kuartal beriutnya, kita lihat nanti dilaporan berikutnya.