Monday, 2 November 2026
Home » Sony LYTIA 720 Resmi Diluncurkan, Klaim Noise Turun 50 Persen dan Dukungan Video 4K 60 fps HDR
News

Sony LYTIA 720 Resmi Diluncurkan, Klaim Noise Turun 50 Persen dan Dukungan Video 4K 60 fps HDR

Sony resmi mengumumkan LYTIA 720, sensor kamera smartphone stacked CMOS beresolusi 50 MP yang mulai dikirim ke produsen perangkat pada awal November 2026. Sensor ini ditujukan untuk kamera utama yang secara spesifikasinya akan menjadi senjata Sony untuk menaikkan standar kelas menengah.

Peningkatan yang paling menonjol terdapat pada fotografi malam. LYTIA 720 memakai teknologi sirkuit Ultra High Conversion Gain (UHCG), yang meningkatkan efisiensi konversi muatan listrik menjadi sinyal gambar. Sony mengklaim noise acak di kondisi minim cahaya bisa berkurang hingga 50 persen dibanding LYTIA 700.

Artinya, pengguna berpotensi mendapat foto malam yang lebih bersih tanpa bergantung berlebihan pada noise reduction agresif, proses yang sering membuat detail wajah dan tekstur kulit terlihat seperti lukisan digital. Untuk sensor berukuran 1/1,56 inci dengan piksel 1,0 mikrometer, klaim ini cukup berani.

Sony juga menggabungkan UHCG dengan Hybrid Frame HDR (HF-HDR). Hasilnya, sensor diklaim mampu menjangkau dynamic range hingga 100 dB, atau mendekati 17 stop angka yang biasanya identik dengan kamera profesional, bukan ponsel.

Dalam praktiknya, ini berarti langit senja tetap memiliki gradasi warna, sementara bangunan atau wajah di area gelap tidak langsung tenggelam dalam bayangan. Fitur ini penting bukan hanya untuk foto, tetapi juga untuk video yang semakin sering direkam dalam kondisi kontras ekstrem.

Untuk urusan video, LYTIA 720 juga sudah mendukung perekaman hingga 4K 60 fps HDR dengan teknologi single frame HDR sekaligus all-pixel autofocus. Sony menyebut ini sebagai pertama kalinya sensor berformat 1/1,56 inci dan piksel 1,0 mikrometer mampu melakukan keduanya secara bersamaan.

Sedangkan bagi kreator, fitur ini bukan sekadar angka brosur. Autofokus pada seluruh piksel membuat subjek tetap terkunci saat bergerak, sementara HDR menjaga detail highlight dan shadow tetap terbaca. Sensor ini juga dapat merekam 4K hingga 120 fps tanpa HDR, membuka ruang untuk slow motion yang lebih halus.

Meski Sony telah menjadwalkan pengiriman massal sensor ini mulai awal November 2026, pabrikan mana yang akan menjadi pengadopsi pertamanya masih teka-teki. Pembuktian sejatinya tentu baru akan terlihat saat perangkat komersialnya mendarat di pasaran.