GadgetSquad.ID – Teknologi pengisian cepat atau fast charging, sekarang sudah jadi fitur andalan perangkat gadget, termasuk ponsel pintar. Bahkan fast charging, mulai jadi menu andalan industri kendaraan listrik.
Sesuai namanya, kecepatan mengisi daya memang jadi fungsi utama teknologi fast charging. Kehadirannya pun sangat fungsional, membuat pengguna gadget semakin mobile.
Tapi dari semua keunggulannya, tetap saja ada ketakutan terkait fast charging, yang rumornya bisa mempercepat umur baterai gadget kamu.
Pertanyaanya, benarkan fast charging bisa membuat baterai cepat rusak?
Dilansir laman Livescience, para ilmuwan berpendapat kalau pengisian baterai cepat memang bisa merusak baterai. Namun, tidak secepat yang kamu pikirkan.
Yup, meski praktis, pengisian cepat dapat mempercepat penuaan baterai melalui proses yang disebut lithium plating.
Kabar baiknya, hape pintar, laptop, hingga mobil listrik modern, telah dibekali Battery Management System (BMS) yang terus memantau tegangan, arus, dan suhu baterai selama proses pengisian.
Semua teknologi baterai modern itu, dirancang untuk membantu membatasi kerusakan.
Bagaimana jika gadget kamu, baterainya masih teknologi lawas. Kamu bisa menggunakan berbagai jurus, agar baterai bisa berumur panjang.
Laman yang sama menginfokan, agar baterai lebih awet menyarankan pengguna menghindari mengisi daya di tempat yang terlalu panas.
Lokasi panas yang dimaksud, seperti di dalam mobil yang terparkir atau di bawah sinar matahari langsung. Suhu ideal pengisian berada di kisaran 20 hingga 25 derajat Celsius.
Selain itu, biasakan menjaga kapasitas baterai di rentang 20 hingga 80 persen untuk penggunaan harian dan hindari membiarkan perangkat terus terhubung ke charger setelah baterai penuh jika memang tidak diperlukan.
Kebiasaan sederhana ini dinilai lebih berpengaruh terhadap umur baterai dibanding sekadar memilih fast charging atau pengisian biasa.







