Pesan WhatsApp tak bisa dikirim, riwayat percakapan terasa seperti ikut terkunci, dan muncul pemberitahuan bahwa akun tidak lagi dapat menggunakan layanan. Situasi semacam ini kembali ramai diperbincangkan pengguna WhatsApp sepanjang Agustus 2026. Di tengah gelombang keluhan tersebut, beredar narasi bahwa WhatsApp telah memblokir lebih dari 6,8 juta akun hingga Agustus.

Data resmi Meta yang banyak dikutip sebenarnya menyebut WhatsApp telah menindak lebih dari 6,8 juta akun yang terhubung dengan pusat penipuan selama enam bulan pertama 2025, bukan angka pemblokiran hingga Agustus 2026. WhatsApp memang terus memperketat sistem pendeteksian otomatis untuk memburu akun yang dicurigai melakukan spam, penipuan, maupun aktivitas terkoordinasi. Meta mengatakan akun-akun tersebut dideteksi secara proaktif sebelum pusat penipuan sempat mengoperasikannya.

Masalahnya, ketika sistem otomatis menjadi garis pertahanan utama, kekhawatiran mengenai salah deteksi ikut muncul. Sejumlah pengguna di forum komunitas WhatsApp pada awal Agustus 2026 mengaku akunnya tiba-tiba diblokir meski merasa tidak melakukan pelanggaran. Beberapa pengguna bahkan mengatakan akun kembali aktif setelah proses peninjauan, memunculkan dugaan adanya gelombang pemblokiran otomatis yang terlalu agresif.

Keluhan serupa juga datang dari pengguna WhatsApp Business. Salah satu laporan terbaru di Reddit menyebut akun bisnis yang telah digunakan bertahun-tahun mendadak diblokir tanpa penjelasan spesifik mengenai aktivitas yang dianggap melanggar kebijakan. Di sisi lain, ancaman penipuan memang semakin serius. Meta sendiri pada 2026 memperkenalkan peringatan ketika sistem mendeteksi pola mencurigakan dalam proses menghubungkan perangkat WhatsApp, karena penipu kerap memancing korban memberikan kode atau memindai QR palsu.

Karena itu, isu “banyak korban salah sasaran” sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai bukti bahwa WhatsApp melakukan pemblokiran massal terhadap pengguna normal. Yang terlihat saat ini adalah meningkatnya penegakan otomatis, disertai laporan pengguna mengenai akun sah yang ikut terkena pembatasan.

Bagi pengguna yang mengalami pemblokiran, langkah paling aman adalah menggunakan opsi Request a Review di aplikasi dan menghindari penggunaan aplikasi WhatsApp tidak resmi atau aktivitas yang menyerupai spam. Kasus ini menunjukkan satu persoalan besar: semakin agresif platform melawan penipu, semakin penting pula memastikan pengguna yang tidak bersalah memiliki jalur pemulihan yang jelas.