Kunci roda biasanya menjadi penanda perjalanan harus berhenti. Namun, video yang ramai beredar di media sosial China justru memperlihatkan pemandangan sebaliknya, sebuah BYD Fang Cheng Bao Bao 8 tampak tetap melaju, sementara roda depan kirinya terangkat dengan penjepit logam masih menempel. Mobil itu bergerak menggunakan tiga roda lainnya.
Dilansir CarNewsChina, 17 Oktober 2026, rekaman yang mendadak viral di jagat maya tersebut berlokasi di Jinshan, Lianyungang, Tiongkok. Aksi ini memicu perdebatan riuh, apakah ini trik nekat pengemudi yang enggan membayar denda, atau strategi marketing yang kelewat cerdas? Di luar kontroversi etikanya, satu hal yang pasti, aksi tersebut mempertontonkan kekuatan nyata dari arsitektur suspensi pintar BYD.
Penjelasan teknisnya mengarah pada DiSus-P Ultra, sistem pengendalian bodi hidrolik BYD. Teknologi ini pernah diperagakan pada Bao 8 Flash Charge Edition di lintasan pengujian, Mei lalu, dengan mengangkat satu roda sementara tiga roda lainnya tetap menopang kendaraan yang bergerak.
Sistem tersebut menawarkan rentang penyesuaian suspensi hingga 200 mm dan kemampuan mengangkat satu roda hingga 300 mm. Manfaatnya bukan sekadar tontonan, roda bisa diangkat untuk penggantian ban tanpa dongkrak konvensional, sekaligus membantu pemulihan kendaraan ketika menghadapi hambatan.
Tetapi, kemampuan bergerak tidak otomatis menjadikannya aman dipakai sesuka hati. BYD membatasi demonstrasi berkendara tiga roda hingga 15 km/jam. Kecepatan mobil dalam video sendiri tidak terukur secara terverifikasi, sementara situasi jalan umum jelas berbeda dari pengujian terkendali.
Meski kerap disebut mobil listrik, Bao 8 sebenarnya merupakan plug-in hybrid atau PHEV. Varian Flash Charge Edition memadukan mesin bensin turbo 2,0 liter dengan motor listrik depan belakang melalui platform DMO. CarNewsChina melaporkan tenaga sistem 550 kW dan torsi 760 Nm, dengan klaim akselerasi 0 hingga 100 km/jam dalam 4,8 detik.
Baterainya berkapasitas 46,7 kWh, sementara jangkauan gabungan diklaim mencapai 1.380 km. Angka terakhir bukan jarak tempuh listrik murni. Dimensinya pun besar dengan panjang 5.195 mm, lebar 1.994 mm, tinggi 1.905 mm, serta jarak sumbu roda 2.920 mm. Huawei ADS 4 dengan dua lidar melengkapi teknologi bantuan berkendaranya.
Di pasar domestik Tiongkok, BYD telah resmi mengomersialkan Bao 8 sejak akhir 2024 dengan kisaran harga 400.000 hingga 500.000 yuan (sekitar Rp800 jutaan hingga Rp1,1 miliar).






