Bagi pengguna laptop yang setiap hari harus berpindah antara rumah, kantor, kampus, hingga kedai kopi, selisih beberapa ratus gram bisa terasa cukup signifikan ketika perangkat harus dibawa sepanjang hari. Menariknya, pada tahun 2025 hingga 2026, sejumlah produsen mulai menawarkan laptop dengan bobot di bawah satu kilogram tanpa memangkas terlalu banyak kemampuan komputasinya.
Namun, jika kriterianya diperketat menjadi laptop yang resmi rilis di Indonesia pada periode 2025 hingga 2026, pilihannya ternyata cukup terbatas. Berikut rekomendasi 7 laptop ringan yang paling layak dipertimbangkan.
- ASUS Zenbook A14 — 899 Gram

ASUS Zenbook A14 menjadi salah satu laptop paling menarik untuk pengguna yang memprioritaskan mobilitas, karena saat diluncurkan resmi di Indonesia pada Februari 2025 bobotnya hanya 899 gram dan harga perkenalannya berada di kisaran Rp 15 jutaan. Untuk konfigurasi awal Indonesia, laptop ini membawa Snapdragon X, RAM 16GB LPDDR5X, SSD 512 GB dan layar OLED 14 inci, sementara lini A14 terbaru juga tersedia dengan Snapdragon X2 Elite, RAM hingga 32 GB dan SSD 1 TB. Material Ceraluminum menjadi salah satu alasan bobotnya bisa ditekan, sekaligus memberikan konstruksi yang lebih premium dibanding laptop tipis konvensional. Dengan efisiensi platform ARM, kapasitas baterai besar dan klaim daya tahan lebih dari satu hari, Zenbook A14 paling cocok bagi pekerja mobile yang lebih membutuhkan portabilitas dan endurance daripada performa grafis kelas workstation.
- ASUS ProArt PZ13 — 850 Gram

Jika ukuran menjadi pertimbangan utama, ASUS ProArt PZ13 bahkan lebih ringan karena bobot perangkatnya sekitar 850 gram, dengan desain detachable yang memungkinkan bagian keyboard dilepas ketika tidak dibutuhkan. Perangkat ini mengandalkan Snapdragon X Plus X1P-42-100, RAM 16 GB LPDDR5X, SSD PCIe 4.0 1 TB dan layar sentuh 13,3 inci 3K OLED 60Hz, sehingga lebih menarik bagi kreator yang banyak bekerja dengan visual. Baterai 70 Wh, Wi-Fi 7, pembaca kartu SD Express serta sertifikasi IP52 dan pengujian standar militer membuatnya tidak sekadar mengejar angka bobot. ASUS Indonesia memasarkan PZ13 di kisaran Rp22–25 jutaan, tergantung konfigurasi dan periode penjualan.
- MSI Prestige 13 AI+ Evo — 990 Gram

MSI Prestige 13 AI+ Evo menjadi alternatif menarik bagi pengguna Windows yang ingin laptop konvensional berukuran ringkas tanpa harus beralih ke desain detachable. Bobotnya sekitar 990 gram, sementara jantung komputasinya menggunakan Intel Core Ultra 7 258V dengan dukungan NPU untuk pemrosesan AI lokal. Layarnya berukuran 13,3 inci dengan resolusi 2.8K OLED dan cakupan warna 100 persen DCI-P3, dipadukan dengan RAM 32 GB serta SSD 1 TB pada konfigurasi yang beredar di Indonesia. Harganya berada di kisaran Rp20–22 jutaan, sehingga posisinya jelas berada di kelas premium, tetapi menawarkan kombinasi performa, layar dan portabilitas yang sulit ditemukan pada laptop berukuran lebih besar.
- ASUS ExpertBook Ultra — 990 Gram

Masuk ke 2026, ASUS kembali meramaikan kategori laptop sub-1 kg melalui ExpertBook Ultra, yang resmi diperkenalkan di Indonesia pada Mei 2026 dengan bobot hanya 0,99 kilogram dan ketebalan sekitar 10,9 mm. Laptop bisnis ini dirancang untuk profesional dan eksekutif, dengan prosesor Intel Core Ultra generasi terbaru, RAM hingga 32 GB LPDDR5X serta layar OLED beresolusi tinggi. Sasisnya menggunakan material premium dan dirancang untuk mempertahankan ketahanan tanpa membuat perangkat terasa berat ketika dibawa berpindah tempat. Untuk harga, ASUS menempatkan ExpertBook Ultra di kelas bisnis premium, sehingga calon pembeli perlu mengecek konfigurasi dan harga resmi terbaru karena ASUS tidak selalu menampilkan harga seluruh varian secara terbuka.
- Axioo Hype R OLED — 940 Gram

Axioo Hype R OLED menjadi salah satu opsi paling menarik di kelas laptop lokal karena menawarkan bobot di bawah 1 kg atau 940 Gram dengan harga yang masih relatif terjangkau, mulai sekitar Rp7,4 juta untuk Hype R3 OLED, sedangkan Hype R5 OLED berada di kisaran Rp8,7 juta saat diperkenalkan. Laptop ini membawa layar 14 inci berformat 16:10 dengan panel OLED beresolusi 1.920 x 1.200 piksel, RAM hingga 24 GB LPDDR5 dan SSD PCIe 4.0 hingga 512 GB. Untuk pilihan prosesor, Axioo menyediakan Intel Core i3-1215U dan Core i5-1235U, sementara baterai 60 Wh dan dukungan pengisian USB-C 65W membuatnya cukup siap untuk mobilitas harian.
- POLYTRON Luxia Pro i5 — 970 Gram

POLYTRON Luxia Pro i5 menarik perhatian ketika diperkenalkan pada Agustus 2025 karena menjadi salah satu laptop lokal dengan bobot 970 gram, tetapi tetap membawa prosesor Intel Core i5 untuk kebutuhan produktivitas. Harga perkenalannya berada di kisaran Rp7,599 juta, sedangkan harga di situs resmi POLYTRON kini tercantum sekitar Rp9,999 juta sebelum potongan harga tertentu. Di dalamnya terdapat Intel Core i5-1235U, Intel Iris Xe Graphics, RAM 16 GB LPDDR5 dan SSD 512 GB, dipadukan layar 14 inci WUXGA 16:10 dengan cakupan warna 100 persen sRGB dan tingkat kecerahan hingga 400 nit. Baterai 55 Wh, pengisian USB-C 65W dan bodi Titanium Gray berbahan magnesium-aluminium membuat Luxia Pro i5 cukup menarik untuk mahasiswa, pekerja kantoran maupun pengguna yang sering berpindah tempat.
- Acer Swift Lite 14 Air Edition SFL14-54M — 990 gram

Acer Swift Lite 14 Air Edition SFL14-54M resmi diperkenalkan Acer Indonesia pada Februari 2025 dan langsung menyasar pengguna yang membutuhkan laptop besar di layar tetapi tetap ringan dibawa, dengan bobot hanya 990 gram. Varian SFL14-54M menggunakan Intel Core Ultra 5 115U dengan AI Boost, GPU Intel Graphics, RAM 16 GB LPDDR5 dan SSD NVMe Gen4 512 GB, sedangkan layarnya berukuran 14 inci WUXGA 1.920 x 1.200 piksel menggunakan panel IPS Acer ComfyView. Acer Indonesia mematok harga sekitar Rp12,499 juta untuk varian Ultra 5, sementara Windows 11 Home dan Office Home 2024 sudah tersedia sehingga perangkat bisa langsung digunakan untuk bekerja. Dengan bobot yang nyaris menyentuh angka satu kilogram, layar 16:10 dan platform Intel Core Ultra, Swift Lite 14 Air Edition menjadi pilihan masuk akal bagi pengguna yang ingin laptop tipis tanpa harus berkompromi dengan ukuran layar.
Dengan semakin banyaknya opsi laptop ringan di pasar Indonesia, pengguna kini bisa dengan mudah memilih perangkat yang sesuai antara portabilitas tinggi, performa mumpuni, dan anggaran yang dimiliki. Baik untuk kebutuhan bisnis, kreasi konten, maupun produktivitas harian, deretan laptop ringan ini membuktikan bahwa perangkat yang nyaman dibawa bepergian tidak lagi harus mengorbankan fungsionalitas utamanya.







