Pasar tablet Android di Indonesia kembali memanas. Setelah sempat lesu, tahun 2025 hingga memasuki awal 2026 menjadi saksi bisu kebangkitan Motorola di tanah air. Strategi “tancap gas” yang diterapkan brand ikonik ini tidak main-main. Salah satu ujung tombaknya adalah Motorola Moto Pad 60 Pro, sebuah perangkat yang mencoba mendefinisikan ulang ekspektasi pengguna terhadap tablet kelas menengah-atas (high-end).
Setelah satu bulan penuh menjadikannya sebagai perangkat harian (daily driver), kami merangkum mengapa tablet ini bukan sekadar pelengkap ekosistem, melainkan penantang serius di segmennya.
Desain: Solid & Sleek
Langkah pertama Motorola untuk memikat hati pengguna dimulai dari aspek visual dan build quality. Moto Pad 60 Pro hadir dengan konstruksi yang sangat meyakinkan. Seluruh bodi bagian belakang dan bingkainya menggunakan material aluminium berkualitas tinggi.
Satu detail yang patut diapresiasi adalah penggunaan finishing matte pada panel belakangnya. Tidak hanya memberikan kesan premium, tekstur ini sangat efektif menangkal noda sidik jari yang jadi masalah klasik dan sering ditemui pada perangkat berbahan kaca atau metal mengkilap.
Secara ergonomi, Motorola berhasil melakukan “sihir” teknik. Meski mengusung layar raksasa, tablet ini tetap mempertahankan profil tipis di angka 6,9mm dengan bobot 620 gram. Di tangan, ia terasa ringan namun tetap kokoh.
Varian warna Bronze Green yang kami uji memberikan karakter unik, aksen dual-tone di bagian belakang dengan logo “M” khas Motorola di tengah memberikan identitas visual yang membedakannya dari tablet Android kebanyakan yang cenderung membosankan.
Layar: Visual Tanpa Batas
Sektor layar menjadi nilai jual utama Moto Pad 60 Pro. Motorola menyematkan panel IPS LCD seluas 12,7 inci yang hampir menyentuh batas bezel. Resolusi 3K (2944 x 1840 pixels) yang diusungnya menghasilkan kerapatan piksel yang sangat tajam untuk membaca dokumen teks maupun menikmati berbagai konten multimedia.

Dukungan refresh rate 144Hz membuat setiap transisi menu dan aktivitas scrolling di media sosial terasa sangat mulus. Bagi para gamers, angka ini memberikan keunggulan kompetitif dalam gim yang mendukung frame rate tinggi. Meski belum menggunakan panel OLED, reproduksi warna pada layar ini tetap kaya dan akurat, berkat sertifikasi HDR10 yang membuat kontras saat menonton film di Netflix atau YouTube terasa lebih dalam.
Produktivitas: Ekosistem Aksesori yang Matang
Motorola tampaknya memahami bahwa pembeli tablet di tahun 2026 mencari pengganti laptop yang mumpuni. Kabar baiknya, dalam paket penjualan senilai Rp6 jutaan, konsumen sudah langsung mendapatkan Moto Pen Pro. Stylus ini memiliki 4096 tingkat sensitivitas tekanan, yang secara instan mengubah layar lebar tablet ini menjadi kanvas digital.
Pengalaman menulisnya minim latency, sangat responsif untuk mencatat rapat atau mengedit foto secara presisi. Ketahanan baterai pen ini juga impresif, mampu bertahan hingga 35 jam pemakaian.
Untuk menyempurnakan aspek produktivitas, tersedia Keyboard Pack yang dijual terpisah (atau dalam paket bundel). Key travel-nya tidak terasa dangkal, memberikan feedback mengetik yang memuaskan bahkan untuk durasi kerja yang lama. Touchpad-nya pun responsif, memudahkan navigasi multi-window di Android 16 tanpa harus selalu menyentuh layar.

Sayangnya, aksesori keyboard tambahan ini dijual secara terpisah dari paket penjualan standar. Jika dibeli satuan, keyboard pack ini dibanderol sekitar Rp1,6 juta. Namun, kami sangat menyarankan anda untuk memilih varian bundling sejak awal, karena selisih harganya jauh lebih ekonomis dan menguntungkan.
Transisi dari laptop utama ke Moto Pad 60 Pro terasa sangat seamless. Tactile feedback dari keyboard-nya memberikan kenyamanan mengetik yang pas—tidak terasa dangkal maupun sempit, sementara touchpad-nya sangat responsif untuk navigasi cepat. Dengan tambahan mouse wireless ringkas, tablet ini bertransformasi menjadi setup kerja mobile yang ideal untuk menyusun draf artikel di kafe maupun menunjang mobilitas saat rapat.
Fitur Smart Connect
Moto Pad 60 Pro memungkinkan integrasi nirkabel yang mulus untuk mengontrol tablet langsung dari PC atau berbagi layar secara instan. Teknologi ini mempermudah manajemen file antar perangkat melalui sistem drag-and-drop serta sinkronisasi notifikasi yang membuat alur kerja menjadi lebih efisien. Dengan fitur ini, Anda bisa memanfaatkan kamera tablet sebagai webcam berkualitas tinggi atau memperluas ruang kerja digital tanpa hambatan kabel yang rumit.
Audio dan Konektivitas: Hiburan Imersif
Sisi hiburan diperkuat oleh sistem Quad Stereo Speakers yang dioptimasi oleh JBL dan mendukung teknologi Dolby Atmos. Suara yang dihasilkan sangat lantang dengan pemisahan instrumen yang jelas. Menonton film aksi di tablet ini memberikan efek surround yang cukup terasa, meski tanpa menggunakan earphone.

Untuk konektivitas, varian resmi di Indonesia hadir dengan konfigurasi Wi-Fi Only yang sudah mendukung standar Wi-Fi 6e dan Bluetooth 5.3. Ini menjamin koneksi internet yang stabil dan minim latensi saat menggunakan aksesori nirkabel.
Performa
Di balik bodi tipisnya, tertanam “otak” yang sangat bertenaga: MediaTek Dimensity 8300 (4nm). Dipadukan dengan RAM 8GB LPDDR5X dan penyimpanan internal 256GB UFS 4.0. Jika dirasa kurang, tersedia juga slot microSD yang bisa di tambah hingga kapasitas 1 TB. Sebuah fitur yang mulai jarang ditemukan di perangkat kelas atas namun sangat krusial bagi mereka yang hobi menyimpan file video 4K atau aset desain yang besar.

Dalam pengujian sintetis menggunakan AnTuTu Benchmark, Moto Pad 60 Pro sukses menembus skor di kisaran 1,2 juta poin. Angka ini bukan sekadar pajangan, dalam penggunaan nyata, kami tidak menemukan kendala lag saat membuka lebih dari 10 aplikasi secara bersamaan. Untuk urusan grafis, GPU Mali G615-MC6 mampu melahap gim berat dengan pengaturan grafis tinggi secara stabil.
Kamera
Di sektor fotografi, kamera utama 13MP dan kamera depan 8MP hadir untuk memenuhi kebutuhan fungsional. Jujur untuk sebuah ukuran tablet, foto yang dihasilkan terbilang cukup bisa diandalkan meskipun bukan yang terbaik.

Ya tentunya hal ini sangat bisa dimaklumi memang karena tidak mengganggu untuk pemakaian sehari-hari, karena tablet memang bukan perangkat yang digunakan untuk mendukung fotografi, melainkan produktivitas dan hiburan. Sementara kamera depannya diletakkan dengan posisi yang pas untuk kebutuhan video conference atau rapat daring.
Baterai: Awet Seharian
Dan dibalik desain nya yang cukup tipis dan ringan ini, kami cukup terkesan karena tablet ini memiliki kapasitas baterai jumbo sebesar 10200 mAh. Untuk pejuang Work From Anywhere seperti kami, jelas hal ini menjadi faktor yang paling krusial untuk urusan mobilitas. Kapasitas sebesar ini bukan hanya sekedar angka, tapi artinya durasi kerja yang jauh lebih panjang tanpa hambatan.
Dengan kapasitas baterai yang ditawarkan, tablet ini dengan mudah bertahan hingga dua hari. Namun, ada sedikit catatan pada pengisian daya 45W. Mengingat kapasitas baterainya yang masif, dibutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk mengisi dari 0% ke 100%. Meski bukan yang tercepat di kelasnya, daya tahan yang diberikan setelahnya menurut kami sangat sepadan.
Kesimpulan
Dengan banderol harga mulai dari Rp6 jutaan yang sudah mencakup Moto Pen Pro dalam paket penjualannya, Motorola Moto Pad 60 Pro tampil sebagai kandidat tablet yang sangat kompetitif. Kombinasi visual layar yang tajam, kualitas audio imersif untuk hiburan, serta performa tangguh untuk multitasking maupun gaming berat, menjadikannya paket lengkap yang sulit diabaikan.
Terlebih bagi pengguna dengan mobilitas tinggi, kehadiran aksesori keyboard pack opsional mampu mentransformasi tablet ini menjadi mesin produktivitas yang sangat nyaman untuk bekerja di mana saja
Motopad 60 Pro (included Moto Pen Pro)
8GB I 256GB
Rp. 6.099.000
Motopad 60 Pro (included Moto Pen Pro) + Keyboard Pack
8GB I 256GB
Rp. 7.349.000







