14 Startup Asal Korea Selatan Coba Peruntungan di Indonesia

0

GadgetSquad.id – Indonesia adalah negara dengan ekonomi beragam yang sedang berkembang pesat. Indonesia memiliki potensi besar untuk wirausahawan dan pemula. Di Asia Tenggara, Indonesia menyandang predikat dengan populasi terbesar, yakni 269 juta jiwa.

startup korea

Pertumbuhan rata-rata PDB Indonesia disebut mencapai 5% per tahun. Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat ketiga setelah India dan Filipina di Asia Tenggara. Berkaca dari fakta-fakta ini, 14 startup asal Korea asal Distrik Guro, sebuah komplek industri digital asal Korea Selatan layaknya, Silicon Valley di Amerika, melirik Indonesia untuk tujuan bisnis, guna menjual produk dan layanan startup asal Korea di Indonesia.

Kehadiran mereka di Indonesia untuk memberikan solusi terhadap kebutuhan masyarakat akan berbagai aspek dalam kehidupan sehari-hari. Startup-startup ini kebanyakan bergerak pada bidang kecantikan, perawatan kesehatan, EduTech, FinTech, Artificial Intellligence, teknologi canggih dan beberapa bidang lainnya.

James Jung, Founder & Global Connector, beSuccess, platform startup-tech sekaligus penyelenggara acara ini di Jakarta (16/10), menyebut bahwa Indonesia sebagai negara yang bertumbuh dengan cepat di dunia. Secara populasi dan aspek pasarnya, ia melihat adanya potensi untuk menambahkan nilai-nilai bagi komunitas di Jakarta.

“Bukan hanya dari sisi bisnis, tetapi kami juga dapat membagikan pengalaman kami, mengembangkan produk. Sehingga Indonesia bisa mendapatkan keuntungan dari produk yang ditawarkan ini. Itulah sebabnya kami melihat adanya kesempatan dan kami ingin membagi nilai-nilai kami dan berbagi dengan komunitas lokal. Itulah alasan mengapa kami memilih Indonesia,” kata James Jung.

Sebelumnya, pameran serupa telah terselenggara di Los Angeles tahun lalu, juga di Vietnam. Pemilihan lokasi negara penyelengara pameran ini tiap tahun dilakukan dengan selektif. Dengan begitu perusahaan dari distrik Guro, Korea ini dapat mengembangkan bisnisnya dengan tepat. Di Indonesia, acara ini terselenggara untuk pertama kalinya. Misi pertama 14 startup asal Distrik Guro ini adalah untuk menemukan partner lokal bagi startup Korea yang mereka bawa ke Indonesia.

Didukung penuh oleh pemerintah Distrik Guro, Wakil Walikota Distrik Guro, Hoi Seung Lee juga berkesempatan hadir ke Jakarta, membuka acara pameran startup Korea ini. “Sebenarnya saya pikir acara hari ini merupakan kesempatan yang baik bagi perusahaan inovatif Korea dan pembeli dari Indonesia. Ada 14 perusahaan Korea yang datang ke sini, termasuk produk-produk inovatif seperti kosmetik dan barang keperluan ibu dan anak. Saya pikir pembeli indonesia akan berpartisipasi di sini, sehingga mereka dapat mengatur pertemuan yang sangat baik di sini. Posisi saya di pemerintahan Korea adalah untuk mempromosikan pertemuan antara perusahaan Korea dan perusahaan Indonesia juga. Walaupun ini hanya sebuah pameran, saya berharap orang Korea dan perusahaan Indonesia saat ini dapat bertemu partner potensial mereka,” ujanya.

Cody Han, Sales Manager PetitElin, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang peralatan dan ibu dan anak ikut mengamini bahwa Indonesia merupakan salah satu negara penting di dunia. Di Korea, tahun lalu, penjualan mereka senilai USD45 juta. Omset ekspor mereka mencapai angka sekitar USD10 juta. Akan tetapi mereka masih perlu meriset pasar Indonesia terlebih dahulu.

“Saya ingin membuat hubungan langsung di sini. Setiap hari, di kantor saya di Korea, saya hanya duduk di meja dan melakukan pencarian soal Indonesia, mengirim email, menelepon. Saya ingin memiliki kesempatan untuk membangun hubungan meskipun sebuah koneksi sederhana dengan partner lokal,” ujarnya.

Rencananya, Cody punya target waktu selama tiga bulan untuk mendapatkan partner. Untuknya, yang terpenting adalah membuka bisnis, tidak langsung menjual produk. Terutama mendapatkan pengalaman langsung terjun ke pasar Indonesia.

Seperti halnya Cody Han, Scoot Yoo, Overseas Business Center Chief dari Ubion, perusahaan e-learning yang telah berdiri selama 20 tahun di Korea juga antusias mengikuti pameran ini.

“Kami menawarkan solusi pembelajaran untuk mahasiswa perguruan tinggi dan training bagi korporasi. Di Korea, e-learning seperti ini menjadi solusi yang umum digunakan. Perusahaan kami sendiri telah menyediakan sistem training bagi lebih dari 300 klien korporasi di Korea. Kami ingin menjadi salah satu pemain e-learning di pasar yang masih terbuka ini dengan solusi yang kami tawarkan. Kami mengembangkannya dengan modul multimedia. Kami juga mengembangkan modul yang sesuai dengan kurikulum yang diterapkan oleh universitas yang bersangkutan. Profesor di universitas juga bisa mengajar melalui rekaman video Youtube, lalu juga melakukan konferensi video di website, mengunggah dokumen dan materi pembelajaran ke platform kami. Para mahasiswa pun bisa mengunduhnya dengan mudah dan berbagi dengan mahasiswa lainnya. Untuk itu, kami membuat platform ini mudah diakses baik secara mobile maupun secara online, sebagai bagian dari solusi yang kami tawarkan. Kami senang mengikuti acara di Jakarta kali ini. Karena kami akan segera menandatangani perjanjian kerjasama dengan Universitas Terbuka di Jakarta. Tahun depan mungkin kami sudah menghadirkan solusi kami bagi Universitas Terbuka.”

Berikut ini adalah beberapa startup yang hadir meramaikan pameran startup Korea yang bertempat di Jakarta:

  • PnP Biopharm Co, Ltd: Sebuah perusahaan Bioteknologi yang memasok produk cosmeceutical dan peptida dengan teknologi protein yang sangat maju.
  • VIVAKOREA Co., Ltd .: Ini telah mengembangkan krim pembesar payudara pertama Korea yang mengandung Volufiline.
  • Myungdo P&G Co., LTD: Sebuah perusahaan makanan, yang mengimpor dan mengekspor makanan ringan, permen, permen manis dari Indonesia, Italia, dan Vietnam dan mendistribusikan ke Korea.
  • ENDO MEDICS: Startup ini memproduksi dan menyediakan produk kecantikan dan rumah tangga yang terbuat dari Batu Ion yang diproduksi dengan mineral alami menggunakan nanoteknologi yang dipatenkan di Korea. Perusahaan juga mengekspor produk perawatan kecantikan.
  • Design be Art., Co. Ltd. : Ini adalah perusahaan perancang yang membuat model skala arsitektur.
  • UBION CO.LTD .: Startup ini memiliki perusahaan platform sistem manajemen pembelajaran berbasis Moodle di bidang EduTech.
  • N-Finders Company Limited: Perusahaan ini adalah produsen perangkat medis yang memasarkan produknya sebagai obat regeneratif. Mereka juga memproduksi produk benang pengangkat wajah, yang mampu menginduksi regenerasi kolagen pada kulit.
  • IT Innovolution: Startup FinTech yang menyediakan solusi otomatis untuk membuat klaim langsung setelah pasien mendapatkan perawatan di rumah sakit.
  • GreenS Systems Co, Ltd: Telah mengembangkan sistem pengemasan pintar generasi mendatang dan stiker yang mampu dipakai untuk mendeteksi gas berbahaya.
  • Dreamhue Co, Ltd .: Ini adalah perusahaan yang menyediakan perencanaan dan pengembangan konten menggunakan karakter, bisnis lisensi domestik dan luar negeri eksklusif untuk IP internal dan eksternal, dan layanan pengembangan desain OEM.
  • Arirangion Co Ltd .: Perusahaan yang telah mengembangkan teknologi penyedia layanan air bersih, mengurangi penggunaan sterilisasi, deterjen, dan pengharum.
  • Petit Elin: Perusahaan terkemuka di Pasar Korea untuk produk Baby & Mom.
  • TONGYANG BMS CO, LTD. : Perusahaan yang menyediakan sistem kontrol otomatisasi canggih dan merupakan mitra Korea dari Schneider Electric Co., Ltd.
  • ANSE Technologies: ANSE Technologies adalah Perusahaan Teknik TIK yang membuka dunia yang aman dan nyaman melalui teknologi TIK. Teknologi penerbangannya membuat docking pesawat lebih mulus.