Integrasi kecerdasan buatan (artificial intelligence) buatan OpenAI, yaitu ChatGPT, kini secara resmi hadir langsung di dalam perangkat lunak penyuntingan gambar paling populer di dunia, Adobe Photoshop. Langkah revolusioner ini dihadirkan untuk membawa pengalaman mengedit foto ke tingkat yang jauh lebih praktis, intuitif, dan efisien bagi para desainer profesional maupun pemula.

Sebelumnya, integrasi Adobe di ChatGPT sudah membawa Photoshop, Adobe Express, dan Acrobat. Melalui ketiganya, pengguna dapat meminta pengeditan foto, menghapus atau memburamkan latar belakang, memperbaiki pencahayaan, membuat desain, hingga mengolah file PDF tanpa harus meninggalkan percakapan.

Namun, kemampuan tersebut kini berkembang jauh lebih luas. Adobe menjelaskan bahwa konektor Adobe untuk ChatGPT memberikan akses ke kemampuan Photoshop, Premiere, Firefly, Express, Acrobat, dan sejumlah aplikasi Adobe lainnya. Pengguna bahkan dapat mengedit dan mengubah foto, membuat PDF, merancang aset media sosial, mengubah ukuran video untuk berbagai platform, hingga mencari aset yang tersimpan di Creative Cloud. Artinya, perintah seperti “ubah video ini menjadi format YouTube Shorts” atau “edit foto ini dan hilangkan latarnya” tidak lagi berhenti sebagai instruksi teks. Adobe dapat menjalankan proses kreatif tersebut melalui tools yang sesuai di belakang layar.

Perkembangan ini sejalan dengan langkah Adobe memperluas AI Assistant di ekosistem Creative Cloud. Pada Juni 2026, perusahaan mengumumkan perluasan kemampuan agen kreatif ke Premiere, Photoshop, Illustrator, InDesign, dan Frame.io. Di Premiere, misalnya, AI dapat membantu mengelompokkan aset, mengganti nama klip secara massal, mengenali pertanyaan dalam wawancara, serta menambahkan penanda.

Bagi pengguna, perubahan paling terasa bukan hanya sekadar bertambahnya jumlah tools. Tetapi hambatan yang menjadi tantangan untuk mempelajari banyak aplikasi juga perlahan berkurang. Alhasil, kreator cukup menjelaskan hasil yang diinginkan, sementara ChatGPT dan teknologi Adobe akan membantu menerjemahkan instruksi tersebut menjadi rangkaian pekerjaan kreatif. Dengan semakin banyaknya kemampuan Adobe yang masuk ke kolom perintah, ChatGPT perlahan berubah dari sekadar tempat mencari jawaban menjadi ruang kerja kreatif. Foto, video, desain, hingga dokumen kini bisa berangkat dari satu antarmuka saja.