GadgetSquad.ID – Samsung Galaxy Z Fold8 Series sudah memulai debutnya secara global. Tersedia dalam pilihan Galaxy Z Fold8 Ultra dan Galaxy Z Fold8, keduanya hadir dengan daya tariknya masing-masing.

Dari kedua hape lipat itu, Samsung Galaxy Z Fold8 paling mudah mencuri perhatian. Yup, melalui seri Galaxy Z Fold8, Samsung sekali lagi membuktikan keberaniannya, dalam membawa perubahan.

MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, Ilham Indrawan, menuturkan, dalam sebuah industri biasanya ada dua jenis pemain.

“Dua jenis pemain itu, pertama mereka yang menunggu tren terjadi. Sedangkan tipe kedua mereka yang membuat tren itu menjadi kenyataan,” terangnya.

Kini Galaxy Z Fold8 membawa desain lebar dan ringkas seperti paspor, meninggalkan konsep layar luar tinggi dan ramping, seperti generasi sebelumnya, yang desainnya sudah banyak ditiru kompetitor.

Perubahan ekstrem tersebut membuatnya lebih segar, imut tapi tanpa menghilangkan sisi premium sebuah hape lipat.

Lebih lanjut Ilham menerangkan, setiap inovasi besar yang dihadirkan Samsung tidak hanya dilihat sebagai perangkat baru, tetapi juga sebagai pembuka pasar dan kebiasaan baru.

“Dunia tidak hanya melihatnya sebagai sebuah produk baru. Dunia melihatnya sebagai sebuah kategori baru yang terbuka, perilaku baru yang terbentuk, bahkan standar baru yang harus dikejar pemain lain,” katanya.

Melalui Galaxy Z Fold8, Samsung mengusung tema ‘New Shape, New Joy’. Konsep ini menekankan bahwa perubahan bentuk perangkat dapat melahirkan pengalaman penggunaan yang berbeda.

Ilham menyebut perangkat ini sebagai Galaxy Z Fold paling ringan yang pernah dihadirkan Samsung. Dalam kondisi terbuka, ketebalannya sekitar 4,5 milimeter dengan bobot sekitar 201 gram.

“Bentuk baru ini akan mendorong lahirnya perilaku penggunaan yang sebelumnya mungkin tidak pernah kita bayangkan pada sebuah smartphone,” ungkap pria berkacamata ini.

Meski lebih ringan, pihak Samsung tidak mengurangi aspek penting lainnya. Galaxy Z Fold8 dibekali baterai berkapasitas lebih besar dibandingkan generasi sebelumnya dan menggunakan teknologi baterai berbasis silikon.

Perangkat ini juga mengusung teknologi Flex Titanium untuk meningkatkan daya tahan layar. Faktor bentuk lipat menjadi bagian utama dari pengalaman yang ditawarkan.

Saat ditutup, perangkat dapat digunakan seperti smartphone biasa. Ketika dibuka, layar yang lebih luas dapat dimanfaatkan untuk membaca, menonton video, membuka media sosial, hingga bekerja secara multitugas..

Samsung juga memperkuat perangkat ini dengan Galaxy AI. Salah satu fitur yang diperkenalkan adalah My Fancam. Selain itu, pengguna dapat memanfaatkan kamera utama untuk selfie sambil melihat pratinjau melalui layar depan.

Melalui Galaxy Z Fold8, Samsung ingin menggeser persepsi bahwa hape lipat hanya menawarkan layar fleksibel.

Perusahaan berupaya menjadikan Fold8
sebagai perangkat yang membentuk cara baru dalam menikmati konten, membuat video, mengambil foto, dan menggunakan smartphone sehari-hari.

“Bentuk baru ini akan melahirkan berbagai perilaku penggunaan baru yang dapat kita rasakan melalui Galaxy Z Fold8,” tukas Ilham