Lini kamera sinema Sony kembali kedatangan anggota baru yang diperuntukan industri perfilman profesional. Sony secara resmi mengumumkan kehadiran Sony FX5, sebuah kamera full-frame ringkas yang membawa lompatan teknologi masif dari pendahulunya, FX3.
Langkah berani diambil oleh Sony dengan menurunkan berbagai teknologi kasta tertinggi yang selama ini menjadi hak eksklusif kamera sinema kelas berat seperti VENICE 2 dan BURANO. Hebatnya, seluruh kemampuan mutakhir untuk standar produksi Hollywood tersebut kini berhasil dipadatkan ke dalam bodi yang sangat ringkas, ringan, dan bersahabat untuk mobilitas tinggi di lapangan.
Performa Garang Sensor 16.6MP Fully Stacked dan Otak BIONZ XR2
Sony FX5 mengandalkan sensor full-frame back-illuminated 16.6 MP dengan arsitektur fully stacked yang mampu membaca data secara super cepat. Performa sensor canggih tersebut dipadukan dengan prosesor generasi terbaru BIONZ XR2 yang diadopsi dari lini kamera flagship Sony Alpha 7R VI. Keberadaan chip AI khusus di dalamnya memberikan lonjakan daya komputasi masif untuk mendongkrak kualitas gambar, presisi autofocus, hingga kejernihan audio secara real-time.
5K Open Gate & Internal X-OCN RAW
Fitur yang paling dinanti-nanti oleh para editor dan videografer akhirnya hadir secara native. Dengan kemampuan 5K Open Gate, kamera ini membaca keseluruhan sensor dalam rasio 3:2. Artinya, videografer memiliki fleksibilitas luar biasa saat pascaproduksi untuk melakukan cropping atau mengubah orientasi video menjadi vertikal maupun horizontal tanpa kehilangan detail. Terlebih lagi, hadirnya opsi format Internal X-OCN RAW menawarkan ukuran file yang lebih efisien dengan kualitas warna sedalam kamera bioskop papan atas seperti Sony Venice.
Sensor Kencang & Triple Base ISO
Ditenagai sensor stacked teranyar, Sony FX5 berfokus pada kecepatan baca sensor tingkat tinggi guna meminimalisir efek rolling shutter. Penerapan teknologi Triple Base ISO menjamin hasil gambar yang luar biasa bersih dari noise meskipun harus merekam dalam kondisi pencahayaan yang sangat menantang atau minim cahaya.
Otak AI dan Alat Bantu Sinema Profesional
Berkat prosesor terintegrasi dengan chip kecerdasan buatan (AI), pelacakan autofocus pada manusia, hewan, dan objek menjadi jauh lebih presisi. Di sisi operasional, layarnya sudah menggunakan mekanisme multi-angle 4-axis berukuran 3.5 inci. Menariknya, alat pemantauan eksposur profesional seperti false color, waveform, dan vectorscope kini sudah tersedia langsung secara bawaan di dalam sistem menu kamera tanpa memerlukan monitor eksternal tambahan.
Dijadwalkan meluncur pada Agustus 2026, kamera Sony FX5 versi bodi saja akan dipasarkan dengan harga kisaran $4,898 atau €4,600 (sekitar Rp70 jutaan tergantung wilayah). Sementara itu, bagi konsumen yang menginginkan paket bundel lengkap dengan unit handle XLR, perangkat ini ditawarkan seharga kisaran $5,500.







