Kalau Pun Harganya Anjlok, Penjualan Hape Huawei di Indonesia Tetap Merana?

0

GadgetSquad.ID – Bisnis hape Huawei sedang mendapat cobaan berat. Semua berawal dari kebijakan peraturan pemerintah AS yang
yang memasukkan Huawei ke dalam daftar hitam.

Melalui peraturan ini, perusahaan AS diwajibkan untuk memutuskan hubungan bisnis dengan Huawei. Google selaku pemilik OS Android, sudah tunduk oleh peraturan tersebut. Tak lama berselang, Huawei juga dicerai ARM.

Efek paling nyata dari pemutusan kerjasama tersebut, mulai berimbas pada nilai jual hape Huawei.

Menurut sejumlah laporan, harga jual hape seken Huawei kini terjun bebas. Dikutip dari Forbes, harga jual hape Huawei turun hingga 90 persen.

Informasi ini diketahui dari salah situs jual beli asal Inggris, Music Magpie. Dari situs itu diketahui bahwa harga Huawei P30 Pro yang dijual kembali tidak lebih dari 100 pounds, padahal harga baru hape ini adalah 899 pounds.

Apakah anjloknya harga hape Huawei juga terjadi di Indonesia?

Terkait masalah harga, dari pantauan di beberapa situs jual beli online, nilai jual hape Huawei, seperti seri P30 Pro masih stabil.

Kondisi serupa juga GadgetSquad jumpai, kala bertandang ke pusat hape seperti Mal Ambasador dan Roxy Mas.

Pertanyaan saat ini, jika pada akhirnya harga hape Huawei harus anjlok, apakah produk tersebut akan laku?

Albert, salah satu pengunjung di kawasan Roxy Mas, menilai, hape Huawei yang harganya anjlok, kemungkinan hanya akan dibeli konsumen tertentu.

“Kalau saya jujur, jika Huawei P30 Pro harganya anjlok, saya akan beli hape tersebut. Saya beli karena incar kamera Leica-nya. Kapan lagi punya kamera Leica murah,” tuturnya.

Sementara itu Endi salah satu pemilik Khatulistiwa Cell, memperkirakan, hape Huawei tetap sulit laku.

“Nggak ada kasus aja, penjualan Huawei biasa-biasa saja. Apalagi sekarang ada kasus, siapa yang mau beli hape murah, tapi gak bisa akses layanan Google. Itu sama juga bohong,” tuturnya.

“Kalau pun ada yang beli, mungkin mereka hanya mengincar kamera hapenya, yang sudah pakai lensa Leica,” timpal pedagang yang mengelar lapak di kawasan Mal Ambasador.

Ditempat yang sama, Imron Partner cell, mengungkapkan, penjualan Huawei tidak akan melonjak jauh, walau harganya nanti anjlok. “Kenapa saya prediksi begitu, karena konsumen di Indonesia juga tidak bodoh-bodoh amat,” urainya.

“Siapa yang mau beli hape pintar Huawei yang harganya terancam anjlok hingga 2 jutaan, tapi hanya bisa telepon dan SMS aja. Mending beli feature phone 200 ribuan kalau hanya untuk sekedar telepon dan SMS aja,” tukas Imron