GadgetSquad.ID – Besarnya minat anak muda di Tanah Air dengan berbagai hal yang berbau Korea Selatan. Direspon Telkomsel melalui operator digital by.U dengan kembali menggelar Korea Kaja! Vol.3 “Dance of Dreams.
Tak hanya sekedar menggelar kompetisi dance, ajang itu juga jadi cara byU dalam membangun ruang interaksi yang menghubungkan produk, komunitas, dan budaya populer yang dekat dengan Gen Z.
Adapun tema “Dance of Dreams”, membawa pesan bahwa keberanian mengambil kesempatan dapat menjadi langkah awal untuk mendekatkan anak muda dengan mimpi mereka.
Pada penyelenggaraan ketiganya, program Korea Kaja! diperluas ke lima kota, yakni Jakarta, Pontianak, Palembang, Solo, dan Bandung.
Herman Andik Prasetyo, Head of by.U Product Marketing Telkomsel, menuturkan perluasan wilayah jadi bagian dari upaya, agar semakin banyak anak muda memiliki kesempatan menunjukkan kemampuan mereka.
“Korea Kaja! sejak awal kami hadirkan bukan hanya sebagai kompetisi, tetapi sebagai ruang bagi anak muda untuk berani menunjukkan passion dan potensi mereka lebih jauh,” kata Herman.
Pendekatan berbasis komunitas menjadi salah satu kekuatan program Korea Kaja. Dalam prosesnya, roadshow di 5 kota bisa menjangkau sekitar 10.000 penonton secara langsung.
Sedangkan secara online, ajang Korea Kaja Vol 3, berhasil ditonton lebih dari 60.000 penonton secara online, dengan dukungan lebih dari 20 mitra komunitas.
Respon baik dari peserta terlihat dari jumlah video submission yang mencapai 2.000. Angka tersebut naik sekitar 38% dibandingkan Korea Kaja Vol.2, yang mencapai 1.450 submission.
Setelah roadshow di 5 kota, para finalis bertarung di Grand Final Korea Kaja! Vol.3 “Dance of Dreams, yang berlangsung di Jakarta.
Pada Grand Final, by.U menghadirkan Khloe Kim, SM Universe Dance Trainer dari Korea, sebagai global dance judge, bersama Asyifa Nadya Ivan sebagai local dance judge.
Kehadiran keduanya memberikan perspektif dari industri K-pop sekaligus konteks lokal kepada para peserta.
Herman mengatakan by.U ingin Korea Kaja! berkembang menjadi lebih dari sekadar kompetisi.
“Kami berharap Korea Kaja jadi platform yang membuat anak muda punya ruang untuk tumbuh dan memberi kesempatan buat mereka mewujudkan mimpi,” tukas Herman







