Indonesia saat ini masih berhadapan dengan berbagai ancaman bencana, salah satunya gempa bumi yang kembali menjadi perhatian publik di tengah pembahasan mengenai potensi gempa megathrust. Meski begitu, isu megathrust perlu ditempatkan secara proporsional karena teknologi seismologi saat ini belum mampu memprediksi secara tepat kapan, di mana, dan seberapa besar gempa akan terjadi.
Yang bisa dilakukan adalah memperkuat pemantauan, mempercepat penyebaran informasi, serta memanfaatkan sistem peringatan dini. Berikut lima aplikasi dan sistem yang dapat menjadi rujukan untuk mendapatkan informasi gempa secara lebih terpercaya.
- InaEEWS
InaEEWS merupakan sistem peringatan dini gempa bumi yang dikembangkan BMKG untuk mendeteksi gelombang seismik awal dan mengirimkan peringatan sebelum guncangan kuat tiba di lokasi tertentu. Sistem ini memanfaatkan sensor aktif dan pemrosesan data secara real-time untuk menghasilkan peringatan dalam hitungan detik.
Lewat aplikasi ini dapat menampilkan hitung mundur, lokasi gempa, estimasi episentrum dan magnitudo, jarak dari pusat gempa, hingga perkiraan dampak. Keunggulan utamanya adalah konsep golden time, sehingga pengguna memiliki beberapa detik berharga untuk berlindung sebelum guncangan utama datang.
- InfoBMKG
InfoBMKG menjadi pilihan paling praktis bagi masyarakat karena menggabungkan informasi gempa dengan layanan cuaca, iklim, dan kualitas udara dalam satu aplikasi. Bagian gempa menyajikan kejadian terkini, gempa yang dirasakan, serta informasi real-time lengkap dengan jarak lokasi gempa terhadap pengguna.
Pada notifikasi nya juga membantu pengguna untuk memperoleh pembaruan tanpa harus terus membuka aplikasi. Karena dikembangkan dan diterbitkan langsung oleh BMKG, aplikasi ini layak dijadikan salah satu sumber utama ketika informasi gempa mulai beredar di media sosial.
- Earthquake Network
Earthquake Network menawarkan pendekatan berbeda dengan memanfaatkan sensor pada smartphone dan jaringan pengguna untuk mendeteksi aktivitas gempa secara real-time. Sistem berbasis crowdsourcing ini dapat mengirimkan peringatan kepada pengguna yang berada dekat maupun jauh dari episentrum.
Aplikasi tersebut juga menyediakan laporan pengguna mengenai gempa yang dirasakan serta data dari sejumlah jaringan seismik di berbagai negara. Keunggulannya terletak pada jangkauan internasional dan kemampuan memberikan peringatan tambahan di wilayah yang belum memiliki sistem peringatan dini publik.
- WRS-BMKG
WRS-BMKG dirancang terutama untuk mendistribusikan informasi gempa bumi dan peringatan tsunami dari sistem BMKG kepada berbagai pemangku kepentingan. Informasi yang disebarkan mencakup gempa M5,0 atau lebih, gempa dirasakan, serta informasi tsunami yang relevan. Sistem ini dilengkapi peta dan informasi kejadian sehingga penerima dapat memantau perkembangan aktivitas seismik dengan lebih cepat. Karena orientasinya memang ditujukan kepada lembaga pemerintah, media, serta instansi terkait, WRS-BMKG lebih tepat dipandang sebagai sistem distribusi informasi kebencanaan profesional.
- WRS-AEIC
WRS-AEIC merupakan aplikasi yang menyebarluaskan informasi gempa secara real-time, terutama untuk wilayah negara-negara ASEAN. Aplikasi ini menyediakan peta, daftar hingga 200 kejadian terakhir, status analisis gempa, serta informasi moment tensor untuk membantu memahami karakteristik sebuah gempa.
WRS-AEIC juga ditujukan bagi seismolog, mahasiswa, maupun masyarakat yang memiliki ketertarikan terhadap aktivitas kegempaan. Keunggulannya berada pada kedalaman data dan cakupan regional, sehingga dapat menjadi pelengkap bagi informasi yang diperoleh dari sistem nasional Indonesia.
Seluruh aplikasi dapat menjadi pilihan untuk membantu masyarakat memantau aktivitas gempa melalui perangkat digital. Untuk pengguna Android, layanan tersebut tersedia melalui Google Play Store, sementara pengguna iOS dapat menemukannya di App Store, dengan pengecualian InaEEWS yang saat ini hanya tersedia di Google Play Store saja dan belum tersedia untuk iOS.
Meski informasi digital semakin cepat, kewaspadaan tetap tidak boleh berhenti pada layar smartphone. Ketika berada di luar jangkauan internet, perangkat kehabisan baterai, atau notifikasi tidak sempat diterima, masyarakat tetap perlu mengandalkan informasi resmi yang disampaikan langsung oleh petugas serta memahami langkah evakuasi dan perlindungan diri saat gempa terjadi.







