Gojek VS Grab, Mana yang Paling Banyak Dipakai Penguna?

Menurut data dari Spire Research and Consulting Gojek vs Grab memiliki persaingan yang sengit

0

gojek vs grabSeiring berjalannya waktu, persaingan antara GoJek vs Grab semakin sengit. Keduanya saling salip dalam mengembangkan layanan dan meningkatkan kualitasnya. Harapannya, tentu saja ingin memperoleh jumlah pengguna yang lebih banyak daripada pesaing. Namun, pada akhirnya konsumen yang menjadi penentu.

Ini disebabkan karena pasar Indonesia yang sangat luas. Bisa dibayangkan jika jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 265 juta jiwa pada 2018 berdasarkan perhitungan Badan Pusat Statistik tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi pebisnis, terutama di industri transportasi.

Sebab, populasi yang sangat besar itu jelas diiringi dengan angka kebutuhan konsumsi dan mobilitas yang tinggi pula.

Dengan Jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 265 juta jiwa pada 2018 berdasarkan perhitungan Badan Pusat Statistik tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi pebisnis, terutama di industri transportasi. Sebab, populasi yang sangat besar itu jelas diiringi dengan angka kebutuhan konsumsi dan mobilitas yang tinggi pula.

gojek vs grab

Baca juga: 30 Persen Order GoJek Terindikasi Fiktif

Itu sebabnya, industri transportasi online (ride-hailing) tumbuh subur akhir-akhir ini. Banyak pemain bermunculan, meskipun saat ini hanya dua yang bertahan, yakni Go-Jek, start-up unicorn asal Indonesia dan Grab, perusahaan penyedia layanan ride-hailing terbesar di Asia Tenggara.

Spire Research and Consulting, sebagai salah satu perusahaan riset terkemuka global yang berpusat di Tokyo, Jepang, belum lama ini melakukan studi terhadap pengemudi dan konsumen untuk mencari tahu preferensi terhadap penyedia layanan transportasi online dari berbagai aspek, seperti consumer awareness, frekuensi penggunaan, dan preferensi dalam menggunakan layanan e-money.

Gojek vs Grab

Berdasarkan hasil survei “Consumers’ Awareness” yang dilakukan Spire Research and Consulting, 75% dan 61% responden menyebutkan bahwa Grab merupakan merek (brand) yang mereka gunakan dalam 6 dan 3 bulan terakhir. Sementara itu, 62% dan 58% responden memilih menggunakan GoJek untuk kategori yang sama dalam 6 dan 3 bulan terakhir.

GoCar vs GrabCar

Berdasarkan data dari Spire Reserch and Consulting, layanan antar mobil antara GoJek vs Grab, konsumen lebih banyak menggunakan Grab. Setidaknya hingga kuartal 4/2018. Sebanyak 34% pengguna GrabCar, salah satu layanan dari Grab, menyebutkan bahwa mereka menggunakan layanan itu sebanyak 3-4 kali per minggu. Sementara itu, 25% pengguna Go-Car cenderung hanya menggunakan layanan sebanyak 1-2 kali dalam seminggu.

GoCar vs GrabCar

Baca juga: Murah! Begini Cara Daftar Paket Data Gojek atau Ojek Online (Telkomsel, Indosat dan XL)

Go-Ride vs GrabBike

Di kategori roda dua GoJek vs Grab, Go-Ride masih menjadi pilihan utama pengguna transportasi online. Dari total responden yang memilih Go-Ride, sebanyak 64% menggunakannya hingga 1-2 kali sehari, sedangkan pemilih GrabBike yang menggunakan 1-2 kali dalam sehari ada 58%.

Go-Ride vs GrabBike

GoFood vs GrabFood

Untuk layanan online food delivery GoJek vs Grab, Go-Food masih memimpin. Sebanyak 35% responden menyebutkan bahwa Go-Food merupakan layanan yang paling sering mereka gunakan. Sementara 27% responden menyatakan memilih GrabFood.

Go-Ride vs GrabBike

Baca juga: Ini Data Penting Penggunaan Aplikasi Gojek Selama 2018

Ewallet GoJek vs Grab

Persaingan ketat juga nampak pada penggunaan ewalet pada masing-masing aplikasi, dimana OVO yang digandeng Grab banyak digunakan sebagai metode pembayaran berbagai layanan online dan offline, sedangkan GoPay lebih banyak dimanfaatkan untuk fitur-fitur GoJek. GoFood sendiri memimpin industri online food delivery, sedangkan GrabFood berusaha menyusul dengan cepat.

gopay vs ovo

Tumbuhnya permintaan online food delivery tak lepas dari gencarnya promosi yang dilakukan oleh para penyedia platform pembayaran. Merujuk pada hasil survei, rupanya OVO, aplikasi pembayaran yang digandeng Grab, unggul dalam pembayaran online to offline (O2O), seperti untuk membeli pulsa dan pembayaran di gerai-gerai non-makanan.
`
Berbeda dengan OVO, Go-Pay, platform pembayaran milik Go-Jek, lebih sering digunakan di pembayaran kedai-kedai makanan-minuman (Go-Food) dan untuk membayar tagihan listrik melalui aplikasi Go-Jek.