Awas Ketipu, ini Beda Hape Garansi Distributor dengan Resmi

0

GadgetSquad.ID – Sepintas judul di atas nampak berlebihan. Bisa juga dibilang sok kekinian, lantaran menggunakan istilah atau pun bahasa asing, layaknya gaya bicara anak-anak selatan Jakarta, yang sempat viral itu. “wicis literally” (gaya bahasa anak selatan Jakarta), bukan tanpa alasan judul di atas dibuat.

Semua berawal dari pertanyaan teman yang ingin membeli hape baru, namun dirinya binggung lantaran di situs jual beli online, produk yang ingin ia beli ada yang dijual dengan status garansi resmi dan garansi distributor.

Ok langsung aja, buat kamu semua yang ingin beli hape, namun statusnya menggunakan garansi distributor. Bisa dipastikan hape tersebut adalah produk ilegal alias BM. Istilah garansi distributor awalnya, memang sering digunakan pedagang di pusat hape seperti Roxy Mas, Mal Ambasador dan beberapa tempat lainnya.

Lalu apa yang dimaksud dengan garansi distributor? Secara produk, hape yang dijual adalah perangkat asli, hanya saja datangnya secara ilegal. Jika ada kerusakan nantinya yang memperbaiki adalah pihak toko, bukan pemilik brand hape. Biasanya garansi distributor berlakuknya cepat, lantaran pihak toko tidak mau rugi.

Pertanyaannya saat ini, bagaimana bagi orang awam membedakan hape BM dengan produk resmi?

Caranya mudah, berikut tipsnya :
1. Cara Klaim Garansi
Berbeda dengan hape bergaransi resmi yang memiliki tempat klaim yang cukup banyak mencakup tempat membeli gadget, service center distributor, dan service center resmi. Untuk produk BM garansinya, semua ditanggung toko, tentu dengan syarat dan ketentu berlaku.

Jika hape BM coba diservice ke tempat resmi, ada kemungkinan ditolak, karena hape kemungkinan tidak/belum dijual di Indonesia sehingga service center tidak memiliki spare part yang cocok untuk gadget tersebut.

2. Harga
Harga hp dengan BM dapat dipastikan lebih murah dari gadget dengan garansi resmi. Perbedaan harganya dapat mencapai hingga lima ratus ribu rupiah bahkan lebih.

3. Software dan Hardware
Hape BM biasanya akan memiliki hardware yang tergolong tidak biasa, karena tidak dibuat berdasarkan kriteria/standar yang ada di Indonesia. Software yang ada di dalam hape BM biasanya telah diotak-atik sehingga mengganggu kenyamanan pengguna gadget. Beberapa kasus yang pernah terjadi ketika membeli hape BM adalah tidak adanya dukungan Bahasa Indonesia melainkan hanya memiliki dukungan bahasa China dan Inggris.