Ini Detil Aturan ‘Cancel Order’ Pesan Grab Bakal Kena Denda

0

GadgetSquad.id – Jangan lagi sembarang membatalkan atau cancel order jika sudah pesan Grab. Karena akan dikenakan denda bagai yang melakukannya. Grab Indonesia akan menerapkan biaya denda terhadap pembatalan pesan Grab . Berikut ini detilnya :

cancel order pesan grab

Baca juga : Gojek VS Grab, Mana yang Paling Banyak Dipakai Penguna?

– Denda cancel pesan Grab ini berlaku untuk layanan transportasi online Grab Car dan Grab Bike.

– Denda yang dikenakan untuk pembatalan sebesar Rp 3.000 untuk GrabCar dan Rp 1.000 untuk GrabBike

– Denda dikenakan setelah lima menit lebih pengguna mendapatkan driver, dan membatalkannya.

– Biaya pembatalan pesan Grab juga dikenakan jika pengguna tidak muncul saat mitra pengemudi tiba.

– Jika sebelum lima menit penumpang melakukan pembatalan, maka tidak dikenakan biaya.

– Penumpang tidak akan dikenakan denda bila mitra pengemudi terlalu lama sampai atau tidak bergerak menuju lokasi jemput. Begitu pula jika mitra pengemudi Grab yang melakukan pembatalan perjalanan, penumpang tidak akan dikenai biaya.

– Denda juga bisa berlaku jika pengemudi menunggu lebih dari lima menit, dan tiga menit untuk GrabShare. Pada kasus ini, driver diizinkan untuk membatalkan perjalanan. Namun jika bersedia menunggu, penumpang dibebankan biaya tambahan waktu.

– Ketentuan denda pembatalan pesan Grab ini berlaku mulai 17 Juni 2019. Dan itu pun masih bersifat uji coba. uji coba ini dilakukan dalam waktu satu bulan. Aturan ini masih dalam tahap uji coba di dua kota, yakni Palembang dan Lampung.

Baca juga : GrabBike Lounge Kedua Hadir di Kebayoran Lama, Jakarta

Grab mengklaim uang denda akan masuk ke pihak driver. Grab berharap pembaruan kebijakan ini akan memengaruhi jumlah pembatalan. Denda tersebut akan langsung dipotong dari saldo GrabPay atau kartu kredit dan debit. Untuk penumpang yang memilih pembayaran tunai, biaya akan ditambahkan secara otomatis ke ongkos perjalanan berikutnya. Pengemudi akan diberitahu untuk menagih biaya denda.

Grab telah menerapkan kebijakan ini di beberapa negara lain, yaitu Singapura dan Filipina. Kebijakan biaya untuk pembatalan pesanan ditujukan untuk melindungi driver dan penumpang.  “Kita lakukan piloting. Kita lihat dulu respons masyarakat seperti apa. Ada algoritma yang digunakan, untuk fearness, dimana cancellation fee ini untuk waktu lebih dari lima menit,” kata Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata.